CIMB Niaga Meraih Laba Rp8,7 Triliun Pada 2024
📅 Kamis, 20 Feb 2025, 23:15 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: istimewa
JAKARTA- PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) pada 2024 memperoleh laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar 8,7 triliun rupiah, meningkat 4,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Dengan kinerja tersebut, perseroan menghasilkan earnings per share sebesar 271,59 rupiah per saham.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kinerja pada 2024 mencerminkan keberhasilan strategi Forward 23+ dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan di berbagai segmen bisnis utama.
“Berkat strategi ini, kami dapat menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta memberikan nilai positif bagi masyarakat luas, dengan tetap berfokus pada inovasi digital dan meningkatkan customer experience,” kata Lani dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (20/2).
Perseroan kata Lani juga komitmen menjaga kualitas aset yang baik tercermin dalam penurunan rasio kredit bermasalah atau non performing loan/NPL gross menjadi 1,8 persen dibanding tahun 2023 di angka 2,0 persen.
“Pencapaian ini menegaskan kembali dedikasi kami terhadap praktik perbankan yang bertanggung jawab, serta misi untuk menciptakan nilai positif yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders,” jelas Lani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Transformasi Digital
Perjalanan selama 70 tahun jelasnya menjadi landasan kuat sekaligus inspirasi bagi CIMB Niaga untuk terus meraih kesuksesan. “Kami melakukan percepatan transformasi digital, memperluas portofolio produk, serta memperkuat kapabilitas teknologi guna mendorong pertumbuhan di masa depan. Dalam menghadapi perubahan dinamika pasar dan meraih peluang baru, kami tetap berkomitmen memberikan keuntungan jangka panjang bagi para nasabah dan stakeholders kami,” kata Lani.
CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,3 persen dan 86,3 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Total aset konsolidasian adalah sebesar 360,2 triliun rupiah per 31 Desember 2024, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun meningkat menjadi 260,6 triliun rupiah (+10,5 persen ), dikontribusikan dari pertumbuhan dana murah atau current account and savings account (CASA) sebesar 14,2 persen menjadi 172,1 triliun rupiah, berkontribusi terhadap rasio CASA menjadi sebesar 66,0 persen.
Hal itu merupakan hasil upaya Bank untuk membina hubungan dengan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital.
Dari sisi aktiva produktif, jumlah kredit/pembiayaan CIMB Niaga naik 6,9 persen menjadi 228,0 triliun rupiah, terutama berasal dari pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang naik 9,1 persen , diikuti segmen korporasi yang tumbuh 8,3 persen, dan konsumer yang meningkat 5,4 persen .
Kenaikan tertinggi di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 26,0 persen .
Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar 60,3 triliun rupiah (+9,1 persen ) dan DPK sebesar 54,7 triliun rupiah (+21,7 persen ) per 31 Desember 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!