Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makna ‘Naked Dress’ Bianca Censori di Grammy Awards, Gaya Terkini atau produk Misogini?

📅 Selasa, 18 Feb 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Beberapa penampilan naked dressing menjadi bahan perayaan. Pilihan tersebut menjadi simbol kemenangan feminisme, menandai kuasa perempuan atas penampilan dan tubuh mereka. Inilah kemungkinan penyebab naked dressing tetap populer di berbagai generasi.

Sayangnya, saat Donald Trump memulai periode keduanya sebagai presiden, muncul pula agenda politik diskriminasi gender, sehingga pandangan terhadap tren ini tak lagi didominasi pandangan positif. Tentu saja—berlawanan dengan penampilan Censori—nama-nama besar di Grammy tahun ini mengenakan gaun yang menekankan pada desain, bukan keterbukaan.

Charli XCX hadir dengan gaun abu-abu berkorset dari peragaan busana Jean Paul Gaultier Spring/Summer 2025 oleh Ludovic de Saint. Sabrina Carpenter membawa nuansa glamor Hollywood tempo dulu dengan gaun berpotongan punggung rendah warna biru muda karya JW Anderson. Beyoncé pun tampil berkilau dengan gaun emas Schiaparelli lengkap dengan sarung tangan opera karya Daniel Roseberry.

Namun, jauh dari respons positif yang diberikan pada beberapa penampilan naked dressing belakangan, komentar terhadap penampilan Ye dan Censori—yang menjadi upayanya meniru sampul album terbaru Ye Vultures I—justru dibanjiri kekhawatiran, keprihatinan, dan dugaan kekerasan.

Apakah penampilan ini merupakan seni?

Respons kekhawatiran muncul terutama karena Censori sama sekali tak bersuara. Ia tidak diwawancarai ataupun berbicara pada media.

Jalan komunikasi Censori satu-satunya merupakan tubuhnya. Ia pun sering kali muncul seperti rusa yang terkena lampu mobil, matanya lebar dan kosong. Hal ini menimbulkan asumsi bahwa ia tak memiliki otonomi atas tubuhnya. Artinya, ada indikasi bahwa menggunakan pakaian terbuka bukanlah pilihannya sendiri.

Selain itu, Ye juga memiliki reputasi seputar perilaku mengontrol sehingga kian memperkuat dugaan-dugaan negatif tersebut.

Sebagian pihak berpendapat bahwa pakaian Censori merupakan sebuah “seni pertunjukan”. Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah Censori dilibatkan dalam produksi pertunjukan tersebut.

Di luar pembahasan siapa pengarah di balik penampilan tersebut atau apa tujuan dari pertunjukan itu (selain mencari perhatian), tak bisa dimungkiri bahwa penampilan Bianca terkait erat dengan gender. Yang terpampang jelas adalah tubuh Censori sedangkan tubuh Ye tetap tertutup oleh pakaian hitam longgar.

Penampilan Censori juga menimbulkan pertanyaan seputar fungsi dasar pakaian sebagai lapisan pelindung dari lingkungan di sekitarnya.

Perlu diingat bahwa Censori bukan tak mengenakan apa-apa. Ia mengenakan gaun yang menampilkan segalanya. Ia tak mengenakan busana sebagai lapisan pelindung alias mengabaikan fungsi proteksi, demi menghadirkan kejutan dan atensi.

Untuk pasangan yang mengapitalisasi perhatian dengan mengenakan busana yang amat terbuka, masuk akal bila mereka menjadikan penampilan tersebut sebagai pertunjukan rutin. Namun, apakah langkah yang akan Censori ambil setelah ini? Tak ada lagi yang bisa ditunjukkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.