Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akademisi Harapkan Efisiensi Anggaran untuk Riset dan Inovasi Dikaji Ulang

📅 Senin, 17 Feb 2025, 03:06 WIB | Oleh:
Akademisi Harapkan Efisiensi Anggaran untuk Riset dan Inovasi Dikaji Ulang Doc: Istimewa

JAKARTA - Dosen Manajemen Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Agustina Kustulasari, menilai, pemerintah perlu mengkaji ulang efisiensi anggaran riset dan inovasi. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan efektivitas.

1739720741_db6b6e82d509587d9f85.jpg

“Jika efisiensi justru mengurangi daya dukung terhadap riset dan inovasi, maka kebijakan ini perlu dikaji ulang,” ujar Agustina, dalam keterangan resminya, Minggu (16/2).

Dia mempertanyakan pemangkasan anggaran ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana efisiensi tersebut diterapkan. Menurutnya, dalam konteks riset di perguruan tinggi pemotongan anggaran dapat berdampak luas, baik bagi dosen maupun mahasiswa.

Agustina melanjutkan, universitas sering kali merancang program berdasarkan anggaran tahun sebelumnya. Jika ada perubahan mendadak seperti sekarang, tentu akan mengganggu dinamika kerja, perencanaan program, dan bahkan bisa menghambat penelitian yang sudah berjalan.

“Padahal riset dan inovasi menjadi bagian penting dalam peningkatan kemampuan daya saing bangsa,” jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah melakukan efisiensi anggaran yang berdampak signifikan pada berbagai sektor, termasuk di bidang pendidikan tinggi dan riset. Anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dipotong sebesar 14,3 triliun rupiah dari pagu anggaran yang mencapai 56,6 triliun rupiah.

Agustina mengungkapkan, adanya pemangkasan membuat perguruan tinggi harus semakin kreatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk kerja sama dengan industri dan lembaga internasional. Namun, ia juga mengingatkan bahwa langkah ini bukan hal yang baru dan sudah lama dilakukan.

“Tentu ini menjadi tantangan besar bagi peneliti dan institusi akademik. Kita harus terus kreatif, tetapi pada saat yang sama negara juga perlu terus berperan,” katanya.

Dia juga turut menekankan pentingnya mempertimbangkan kembali dampak jangka panjang dari kebijakan efisiensi ini. Pemangkasan anggaran harus dilakukan dengan cermat dan tidak boleh menghambat pencapaian tujuan utama pendidikan dan riset.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa efisiensi ini benar-benar untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dan bukan pemangkasan untuk kepentingan politik,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, menyatakan, pihaknya tengah berupaya meminimalisasikan pemangkasan dana riset agar tidak akan berdampak signifikan. Meski akan ada penyesuaian terhadap riset, pihaknya ingin pemangkasan yang terjadi masih rasional.

“Jadi kami masih mencoba merasionalisasikan agar potongan di dana riset itu sekecil-kecilnya gitu,” ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.