Trump Bersikukuh Kuasai Greenland dengan Cara Damai
📅 Kamis, 22 Jan 2026, 01:35 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Fabrice COFFRINI/AFP
DAVOS - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tiba di Davos untuk menghadapi konfrontasi dengan para pemimpin Eropa pada Rabu (21/1), di tengah langkahnya untuk mengambil alih Greenland yang berpotensi meretakkan aliansi transatlantik.
Namun, para pemimpin yang berkumpul di resor ski Swiss itu justru menunjukkan sikap bersatu menghadapi sikap agresif Trump. Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan melawan “para penggertak”, sementara Mark Carney dari Kanada memperingatkan adanya “perpecahan, bukan transisi” menuju tatanan global yang dipimpin Amerika Serikat.
Sikap kompak tersebut memicu respons keras dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang meminta para pemimpin Eropa untuk “menarik napas dalam-dalam”.
“Jangan menunjukkan kemarahan refleksif seperti yang kita lihat, dan kepahitan ini,” ujar Bessent kepada wartawan di Davos, beberapa jam sebelum kedatangan Trump.
“Mengapa mereka tidak duduk, menunggu Presiden Trump tiba, dan mendengarkan argumennya,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan itu, Trump meningkatkan tuntutannya untuk menguasai Greenland dalam pidato luar biasa di Davos. Tetapi ada hal yang melegakan, ia menegaskan AS tidak akan menggunakan kekerasan untuk merebut apa yang disebutnya sebagai "sepotong es yang besar dan indah".
Dari The Guardian, berpidato di hadapan ribuan pemimpin bisnis dan politik di Forum Ekonomi Dunia di resor ski Swiss , presiden AS mengatakan bahwa ia "mencari negosiasi segera untuk sekali lagi membahas akuisisi Greenland oleh AS.
“Saya tidak ingin menggunakan kekerasan. Saya tidak akan menggunakan kekerasan. Yang diminta AS hanyalah sebuah tempat bernama Greenland,” katanya. “Anda bisa mengatakan ya, dan kami akan sangat menghargai. Atau Anda bisa mengatakan tidak dan kami akan mengingatnya.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan merujuk pada rekam jejak AS dalam Perang Dunia Kedua sebagai pembenaran atas tuntutannya, Trump mengatakan kepada khalayak global: “Tanpa kami, sekarang kalian semua akan berbicara bahasa Jerman, atau mungkin sedikit bahasa Jepang."
Dia mengatakan Denmark telah dikuasai oleh Jerman,
“Hanya setelah enam jam pertempuran", yang mendorong AS untuk campur tangan, "dengan biaya dan pengeluaran yang sangat besar". Dia bersikeras bahwa hanya AS yang sekarang layak untuk mempertahankan Greenland.
“Anda membutuhkan kepemilikan untuk mempertahankannya. Anda tidak bisa mempertahankannya berdasarkan perjanjian sewa. Siapa yang mau mempertahankan perjanjian lisensi, atau perjanjian sewa?
Tidak Timbulkan Ancaman
Dia menambahkan, menyerahkan Greenland kepada AS tidak akan menimbulkan ancaman bagi NATO , katanya, seraya memuji "sekretaris jenderal NATO yang luar biasa", dan menyapa Mark Rutte yang hadir di antara hadirin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!