Terpenting Ikut Pelatihan dan Prosedural
📅 Sabtu, 15 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Hari-hari ini, media sosial dihebohkan dengan trending #KaburAjaDulu. Ini sangat mengkhawatirkan karena bisa diartikan keluar saja dulu dari Indonesia. Berikutnya, urusan nanti. Ini bahaya karena mayoritas yang sejalan dengan postingan tersebut usia 20-30. Ini adalah generasi produktif dan calon penerus bangsa. Mereka khawatir masa depannya bila tetap di sini. Lalu bagaimana tanggapan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding? Untuk mengetahui sikapnya, berikut hasil wawancara sang menteri dengan wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini, dalam berbagai kesempatan. Berikut petikannya.
Bagaimana Bapak menyikapi trending topiik di medsos, #KaburAjaDulu? Mencerminkan kondisi apa ini?
Masyarakat memiliki keinginan seperti itu boleh saja, tapi terlebih dahulu meningkatkan keterampilan dan kemampuannya. Penguasaan pekerja migran terhadap keterampilan akan mendapat sambutan hangat negara pemberi kerja. Jangan sampai, sudah berangkat ke luar negeri menjadi sia-sia karena kompetensi yang tidak memadai.
Apakah ini bisa dilihat yang penting bekerja saja di luar negeri daripada kepergiannya sia-sia.
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) hadir untuk membantu masyarakat meningkatkan kompetensi agar keinginan bekerja di luar negeri tercapai. Kita tingkatkan kapasitas mereka. Kita tempatkan mereka sebagai pekerja. Jadi, mereka dapat untung yaitu pekerjaan, gaji, sehingga bisa bantu keluarga dan negara.
Sebaiknya Anda baca juga:

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Katakan mereka sudah mengikuti pelatihan dan memiliki kompetensi mumpuni. Apa akan dibantu untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri sesuai dengan kemampuan?
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang penting ikut pelatihan saja dulu. Nanti tinggal pilih mau kerja apa. Kita tempatkan di tempat-tempat bekerja itu.
Hampir semua kementerian terkena pemotongan anggaran. Seberapa pengaruh itu mengganggu kerja?
Pelayanan dan pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) dipastikan tetap berjalan, meskipun terjadi efisiensi anggaran sesuai arahan Presiden. Saya pastikan bahwa pelayanan tetap jalan. Urusan pekerja migran juga tetap kita amankan, harus! Pokoknya pelayanan tetap harus optimal tidak boleh berhenti
Anggaran Kementerian Pelindungan Pekerja Migran tahun 2025 sebesar 494 miliar dan setelah efisiensi berkurang menjadi 341 miliar.
Skema penghematan itu seperti belanja-belanja dan operasional kantor. Terkait usulan tambahan anggaran jika disetujui lebih baik, namun jika tidak, akan menggunakan skema yang ada. Tetap optimis! Kita juga pastikan belanja pegawai terpenuhi semua dan operasional kantor juga berjalan dengan baik meski ada efisiensi.
Aparat amankan 4 CPMI Ilegal dan 1 Calo di Riau awal Februari lalu. Bagaimana ceritanya?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!