Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bakal Digelar di Hannover, LIGNA 2025 Pamerkan Inovasi Industri Olahan Kayu Global

📅 Jumat, 14 Feb 2025, 15:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bakal Digelar di Hannover, LIGNA 2025 Pamerkan Inovasi Industri Olahan Kayu Global Doc: istimewa
Ket. Bincang bincang media di Jakarta (13/2), terkait paneran industri olahan kayu, LIGNA 2025 yang akan digelar di Hannover, Jerman 26-30 Mei mendatang

JAKARTA– Temuan temuan baru di industri pemrosesan kayu segera hadir di Hannover, Jerman pada 26-30 Mei mendatang, melalui gelaran LIGNA 2025. Acara ini akan menghadirkan berbagai informasi penting dan juga jembatan bagi pelaku industri olahan kayu global untuk membangun jejaring.

Perwakilan Indonesia untuk Deutsche Messe dan LIGNA, Paula Yahya menuturkan, lebih dari 1.200 peserta pameran telah mengkonfirmasi partisipasinya dan menempati sekitar 112.000 meter persegi.

Tahun ini, ajang LIGNA yang akan digelar di Hannover, Jerman akan menyoroti tiga tema utama yaitu, LIGNA Connectivity, LIGNA Sustainable Production, dan LIGNA Engineered Wood. 

Dalam lima hari pameran, para peserta akan menampilkan berbagai peralatan, permesinan dan sistem-sistem tercanggih untuk pengerjaan dan pemrosesan kayu. 

LIGNA 2025 teranhnya diformat untuk menghadapi tren-tren kritis yang membentuk industri, dari perusahaan-perusahaan kerajinan skala kecil sampai besar.

“Fokus dari LIGNA adalah di berjejaring penuh secara digital, adopsi ekonomi sirkular dan pengembangan pintar produk yang akan menggema ke seluruh sektor,” kata Paula dalam bincang dengan media di Jakarta (13/2).

Menurutnya, LIGNA 2025 menjanjikan sebuah ajang yang sangat penting untuk komunitas global pengerjaan dan pemrosesan kayu, menawarkan berbagai wawasan dan peluang-peluang tidak tertandingi untuk pertumbuhan dalam sebuah industri yang terus berkembang.

LIGNA 2025 juga menawarkan program pendukung yang beragam, disesuaikan dengan industri pengerjaan dan pemrosesan kayu. Adapun, rangkaiannya meliputi format-format yang telah mapan seperti, LIGNA FutureSquare, LIGNA Recruiting, LIGNA Stage, dan LIGNA Campus, berdampingan dengan dua format menarik terbaru yaitu, LIGNA Circular dan LIGNA TruckStop.

Nilai Ekspor

Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Krisna Septiningrum mengatakan, pihaknya akan terus mendukung industri pengolahan kayu untuk terus tumbuh dan berdaya saing.

“Kami dari Kemenperin akan terus mendukung dan berupaya meningkatkan daya saing industri pengolahan kayu nasional,” jelasnya dalam diskusi yang sama.

Berdasarkan data Kemenperin, ekspor industri kayu olahan tercatat sebesar 3,99 miliar dollar AS pada tahun 2023. Angka ini menurun 14 persen dari tahun 2022 yang senilai 4,66 miliar dollar AS, pada 2021 sebesar 4,93 miliar dollar AS dan di 2020 tercatat sebesar 3,79 miliar dollar AS.

Sementara ekspor industri furnitur pada 2023 tercatat 1,85 miliar dollar AS, menurun 25 persen dibandingkan tahun 2022 senilai 2,47 miliar dollar AS, sedangkan pada 2021 senilai 2,53 miliar dollar AS dan 2020 senilai 1,89 miliar dollar AS.

Adapun, negara tujuan ekspor terbesar kayu olahan Indonesia adalah China, Kanada, Jerman dan Amerika Serikat. Sedangkan untuk furnitur antara lain, China, Vietnam, Jerman dan Italia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.