Optimalkan Potensi Besar Ekonomi Kreatif Nasional
📅 Sabtu, 08 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasKami juga menyampaikan dukungan penuhnya terhadap program prioritas nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis dan food estate. Dalam program Makan Bergizi Gratis, Kemenekraf akan memberikan pelatihan kepada juru masak dengan melibatkan chef-chef yang menjadi mitra. Sementara itu, dalam program food estate, Kemenekraf akan membantu masyarakat di sekitar kawasan untuk melihat potensi-potensi ekonomi kreatif dan memberikan pelatihan serta income yang sustain terhadap pelaku-pelaku ekraf di kawasan tersebut.
Untuk para pengusaha muda di bidang industri kratif, bagaimana?
Semangat kewirausahaan untuk naik kelas harus terus dilakukan dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan demikian hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi kreatif dalam Asta Cita. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif agar terus bergerak ke atas. Dan untuk para pemuda, ekonomi kreatif sebagai The New Engine of Growth yang bisa menciptakan lapangan kerja berkualitas melalui akselerasi pengembangan industri ekraf.
Saat ini indutri kecantikan tengah naik daun, bagaimana pemerintah melihat ini?
Sebaiknya Anda baca juga:
Betul sekali, fashion aesthetic atau fesyen estetik yang sedang naik daun. Industri kecantikan memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan membuka lapangan kerja baru. Kami mengapresiasi upaya IFA untuk fesyen estetik yang memiliki trend cukup baik. Dengan dukungan yang tepat, industri ini dapat berkembang pesat dan membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia. Kami juga menaruh harapan industri kecantikan Indonesia ke pasar global. Dukungan publik tentunya menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan.
Terakhir, bagaimana dengan pemberantasan aktivitas pembajakan hasil karya?
Itu juga menjadi perhatian bersama, dan kami bersama merumuskan langkah pemberantasan pembajakan film bersama dengan Badan Perfiliman Indonesia (BPI). Yang pasti kita butuh kolaborasi yang erat dengan BPI dengan 65 anggota asosiasinya dalam menghadapi pembajakan film nasional untuk langkah konkretnya. Kami butuh dari FGD hari ini untuk mengarahkan ke mana Kemenekraf harus melangkah terlebih dahulu, ke kepolisian kah atau ke Komdigi, artinya kami siap mendukung langkah konkret yang menjadi masukan dari komunitas.
Sebaiknya Anda baca juga:

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!