Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Hanya Tempat Ibadah dan Wisata, Wamenekraf Gali Potensi Ekonomi Kreatif Masjid Istiqlal

📅 Jumat, 07 Feb 2025, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Hanya Tempat Ibadah dan Wisata, Wamenekraf Gali Potensi Ekonomi Kreatif Masjid Istiqlal Doc: ANTARA/HO Kemenekraf
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Menteri Agama Nasaruddin Umar bahas potensi ekraf Masjid Istiqlal, di Jakarta, Kamis (6/2/2025)

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar berencana menghadirkan konten kreator dan komunitas ekonomi kreatif untuk menggali potensi ekonomi kreatif Masjid Istiqlal sebagai destinasi wisata religi.

"Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi tempat ibadah dan destinasi wisata religi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Saya melihat peluang untuk lebih mengekspos hal ini melalui konten kreator dan komunitas ekonomi kreatif yang ada di Kemenekraf," ujar Wamenekraf Irene dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (7/2).

Mengenai gagasannya ini, Wamenekraf Irene menilai banyak potensi yang masih bisa dikemas terkait Masjid Istiqlal sebagai destinasi wisata religi.

Menurutnya, kunjungan wisatawan ke masjid tidak hanya sekadar untuk berwisata, tetapi juga dapat memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat melalui berbagai aktivitas kreatif.

Wamenekraf Irene menegaskan bahwa Kemenekraf siap memperkuat ekosistem kreatif di Masjid Istiqlal melalui kolaborasi dengan konten kreator dan komunitas ekonomi kreatif secara berkala. Hal ini diharapkan dapat menghadirkan berbagai tema menarik serta meningkatkan potensi ekonomi kreatif di Indonesia.

"Kita bisa bawa komunitas kreatif ke sini secara berkala dengan topik yang berbeda-beda. Banyak orang berpikir wisatawan hanya datang untuk melihat, tetapi sebenarnya ada lebih banyak hal yang bisa dilakukan. Kita perlu memperkuat pemasaran agar wisatawan tahu apa saja yang dapat mereka eksplorasi di sini," tambah Wamenekraf Irene.

Ia juga menyambut baik pernyataan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menegaskan bahwa Masjid Istiqlal dapat menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar  juga menyampaikan bahwa Kemenekraf dapat memberi gagasan dan berkolaborasi dalam memanfaatkan berbagai sudut di Masjid Istiqlal.

"Kami membuka kesempatan bagi Kemenekraf untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan beberapai area di Masjid Istiqlal yang luasnya mencapai dua hektare. Dengan begitu, kita bisa menciptakan lebih banyak peluang bagi industri kreatif," ujarnya.

Diharapkan kolaborasi ini dapat menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan ekonomi kreatif yang berdampak pada ekonomi masyarakat.

Dengan adanya dukungan dari Kemenekraf, Masjid Istiqlal dapat lebih maksimal untuk menjadi pusat aktivitas yang berdampak positif bagi masyarakat.

Dengan langkah ini, diharapkan Masjid Istiqlal tidak hanya jadi ikon spiritual, tetapi juga simbol kolaborasi antara agama, seni, dan ekonomi kreatif yang dapat memperkuat identitas budaya Indonesia di tingkat global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
PT KAI Raih Pendapatan Rp17...
Luar Negeri
AS-Jepang Bersatu Intervens...
Daerah
Otsus Papua Dirancang untuk...

Selat Hormuz Macet Bikin Inggris di Ambang Resesi

47 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Selat Hormuz Macet Bikin In...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.