Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Persaingan Usaha, Lanskap Ekonomi Saat Ini Cenderung Monopolistik

📅 Jumat, 07 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Krisis Persaingan Usaha,  Lanskap Ekonomi Saat Ini Cenderung Monopolistik Doc: antara
Ket. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegaskan produk domestik bruto (PDB) per kapita di negara berkembang pasti meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan positif ekonomi mereka. Meski demikian, capaian tersebut tak serta merta menggambarkan pemerataan kesejahteraan.

"PDB per kapita tidak dapat menunjukkan berapa pendapatan kelas bawah, menengah, atas. Kalau dikelompokan pasti akan terlihat ketimpangannya," tegas Anggota KPPU , Eugenia Mardanugraha kepada Koran Jakarta, Kamis (6/2).

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan tindakan monopoli oleh perusahaan besar dapat menambah PDB karena mereka bertambah pendapatannya dengan memperkecil pendapatan pesaingnya.

Apabila pertambahan pendapatan para pelaku monopol lebih besar dari penurunan pendapatan pesaingnya, maka PDB akan bertambah besar, sekalipun tindakan tersebut dilarang oleh undang-undang.

Dia tak mempermasalahkan peningkatan PDB yang disumbangkan oleh orang-orang kaya penguasa sebagian besar ekonomi. Asalkan, mereka tak melanggar undang-undang persaingan usaha.

Dari perspektif KPPU, ujarnya, bukan masalah besar-kecilnya atau naik-turunnya PDB maupun PDB per kapita, tetapi perilaku pengusaha memperoleh pendapatannya (PDB) tersebut.

Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) menambahkan selama ini PDB memang didominasi orang kaya. "Negara memang banyak berpihak ke orang kaya, sementara ke orang miskin diabaikan," tegasnya.

Dari Yogyakarta, Peneliti Mubyarto Institute Awan Santosa menegaskan praktik perekonomian di Indonesia sangat kental dengan 'erajat penghisapan'. Artinya, orang kaya menghisap begitu banyak sumber sumber ekonomi negara.

Awan menambahkan PDB per kapita yang dipaparkan BPS belum sepenuhnya dapat menjadi cerminan kesejahteraan rakyat. Mesti dilihat dulu kontribusi ekonomi rakyat dalam struktur PDB tersebut serta dikomparasikan dengan pengeluaran per kapita.

"Sesuai teori Prof. Mubyarto, jika PDB per kapita tinggi tetapi pengeluaran per kapita rendah maka itu mengindikasikan 'derajat penghisapan' yang tinggi di Indonesia," tegas Awan.

Ketimpangan Struktural

Awan merinci ketimpangan dalam struktur PDB terlihat dari 0,01 persen usaha besar yang menguasai hampir 40 persen dari PDB Indonesia, sementara UMKM yang meliputi 99 persen lebih pelaku ekonomi Indonesia menguasai 60,51 persen saja dari PDB.

"Intinya distribusi kekayaan itu tidak ada. Ketimpangan masih lebar, dilihat juga dari penguasaan aset, lahan, dan simpanan di bank," papar Awan.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik, Rabu (5/2), menyatakan PDB per kapita Indonesia pada 2024 mencapai 78,62 juta atau 4.960,33 dollar AS. Angka itu naik dibanding pencapaian pada 2023 sebesar 75 juta rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.