LG Perkenalkan Mesin Cuci Top Loading Berteknologi AI
📅 Senin, 03 Feb 2025, 19:35 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
JAKARTA - PT. LG Electronics Indonesia (LG) saat ini tengah bertransformasi menjadi Smart Solution Company. Salah satunya ditunjukkan dengan getolnya perusahaan elektronik ini dalam memperluas produk yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Konsep AI yang dipilih LG adalah “Affectionate Intelligence” untuk mendefinisikan ulang pemahaman teknis terkait AI. Langkah yang dilakukan dengan memfokuskan diri pada potensinya dalam merevolusi paradigma pengalaman penggunaan.
Mesin cuci bukaan atas (top loading) dengan kapasitas sebesar 19 kilogram dengan fitur AI DD dan LG ThinQ dalah salah satu contoh dalm tranformasi yang dilakukan. Keberadaan mesin cuci pintas ini untuk melengkapi pilihan mesin cuci kapasitas besar dengan dukungan AI lainnya.
Sebelumnya, gabungan teknologi AI DD dan LG ThinQ dibenamkan LG untuk kategori mesin cuci bukaan depan (front loading). Kini, untuk pertama kalinya, LG membawanya untuk mesin cuci bukaan atas melalui debut LG TV2519DV5J.
“Terus memperluas keberadaan teknologi pintar dalam perangkat elektronik LG di Indonesia juga menjadi sinyal semakin besarnya tingkat adopsi masyarakat pada solusi pintar untuk mendukung kegiatan harian dalam rumah,” ujar Kim Nack Sun, Product Director Living Home Solution (HS) of LG Electronics Indonesia melalui keterangan tertulisnya pada hari Senin (3/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal inilah menurutnya yang mendorong LG justru memperluas keberadaan fitur AI pada mesin cuci bukaan depan yang merupakan model mesin cuci paling populer di Indonesia. Lebih dari sekedar memperluas pilihan, dikatakannya, keberadaan mesin cuci dengan model seri LG TV2519DV5J juga meningkatkan performa keseluruhan yang memperkuat posisinya sebagai mesin cuci pintar. Hal ini dilakukan LG dengan meningkatkan kemampuan pada sematan fitur AI DD.
Tersemat dalam namanya, pemanfaatan AI pada mesin cuci terbaru LG ini dalam meningkatkan kinerja pembersihan dan perawatan pakaian, hadir melalui kemampuannya mendeteksi karakter material serta tingkat kelembutannya. Keberadaan sensor pintar inilah yang memberinya perbedaan besar dalam menjaga kualitas pakaian dibandingkan mesin cuci konvensional yang hanya menyandarkan kinerjanya pada pengenalan berat keseluruhan cucian.
Hsil deteksi sensor pintar ini kemudian yang akan memberi perintah mesin cuci pintar terbaru LG ini untuk menentukan siklus pencucian paling sesuai. Untuk memperdalam akurasi penentuan siklus pencucian ini, LG memberinya dukungan basis data dari puluhan ribu variasi pencucian dengan berbagai material.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sistem deteksi sensor pintar yang dikolaborasikan dengan big data inilah yang kemudian menciptakan kehandalan mesin cuci ini dalam merawat dan memperpanjang usia pakaian penggunanya,” tutur Kim Nack Sun.
Performa mesin cuci tersebut cukup handal melalui pengujian dari Intertek sebagai lembaga uji internasional untuk berbagai produk. Lembaga ini menyatakan siklus pencucian dengan dukungan AI ini 11,4 persen lebih baik dalam melakukan perawatan pakaian dalam uji perbandingan dengan siklus pencucian normal.
Tak hanya melalui otomasi pilihan siklus pencucian, kenyamanan dari hadirnya fitur ThinQ memberi penggunanya kemudahan mengaktifkan maupun mengetahui selesainya proses pencucian tanpa batasan ruang. Lebih jauh dari itu, pengguna bahkan dapat memantau tingkat penggunaan listrik mesin cuci.
“Pengembangan mesin cuci berbasis Internet of Things (IoT) pada fitur LG ThinQ ini memungkinkan keseluruhan proses ini dilakukan melalui smartphone via keterhubungan WiFi,” terang Kim Nack Sun.
Hadir bersama kecerdasannya dalam pembersihan dan perawatan pakaian, sematan AI DD pada mesin cuci bukaan atas ini terbaru ini juga memberikan kenyamanan melalui mesin cuci lebih senyap dan minim getaran. Hal ini tercipta dari teknologi tersirat pada huruf DD dalam namanya yang mewakili teknologi Inverter Direct Drive LG.
Keistimewaan teknologi ini pada inovasinya yang menanggalkan penggunaan rantai karet sebagai penghubung antara motor dan tabung mesin cuci. Biasa ditemui pada mesin cuci konvensional, keberadaan karet penghubung inilah yang kerap membuat mesin cuci bergetar saat pencucian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!