Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tertindih Bangunan, Akhirnya Korban Longsor Jombang Ditemukan

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 22:58 WIB | Oleh:
Tertindih Bangunan, Akhirnya Korban Longsor Jombang  Ditemukan Doc: Istimewa
Ket. Pencarian korban ini membuahkan hasil setelah operasi pencarian menambahkan satu alat berat, long arm excavator.

SURABAYA - Korban tanah longsor di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, akhirnya ditemukan Jumat sore (25/1), sekitar pukul 16.00 WIB. 

Tim SAR Gabungan menemukan korban atas nama Ducha Ismail, 56 tahun terjepit material bangunan rumah dalam kondisi meninggal dunia. 

Pencarian korban ini membuahkan hasil setelah operasi pencarian hari ini menambahkan satu alat berat lagi, yakni, long arm excavator. 

Dengan telah ditemukannya ayah dari korban meninggal lainnya, Duwi Ayu Wandira Ismail 12 tahun ini, maka operasi pencarian dan pertolongan korban tanah longsor di Jombang ini dinyatakan selesai dan diakhiri. 

Dengan begitu, korban meninggal akibat bencana tanah longsor kali ini sebanyak 2 orang, dan korban luka berat juga 2 orang.  Yakni, Widyawati, 43 tahun dan M. Makruf Ismail, 14 tahun.

Keempat korban ini merupakan satu anggota keluarga yang tinggal di salah satu rumah yang tertimbun longsor. 

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras Tim SAR Gabungan dalam mencari korban tanah longsor Jombang dalam dua hari ini. 

Baginya, dalam setiap bencana dibutuhkan kolaborasi yang baik antarsemua elemen. Baik, Tim BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Tagana, kelompok relawan, elemen kesehatan, masyarakat dan unsur penthahelix lainnya. 

"Kami semua bersyukur dan berterimakasih atas ditemukan korban longsor yang terakhir. Kecepatan waktu penemuan ini bukti kekompakan semua elemen," ujarnya lewat sebuah pernyataan. 

Selanjutnya, ia mengimbau kepada semua masyarakat di berbagai wilayah di Jatim untuk meningkatkan kewaspadaannya selama cuaca ekstrem ini.

Sebab, berdasar prediksi BMKG, cuaca ekstrem yang berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi  akan terus berlangsung hingga Februari mendatang. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.