Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB: Geng Kriminal Bisa Serbu Port-au-Prince

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB: Geng Kriminal Bisa Serbu Port-au-Prince Doc: AFP/LUIS ACOSTA
Ket. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres

NEW YORK - Ibu kota Haiti bisa dikuasai oleh geng-geng kriminal jika masyarakat internasional tidak meningkatkan bantuan kepada misi keamanan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa di sana, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memperingatkan dalam sebuah laporan pada Rabu (22/1).

Guterres mengatakan, dibutuhkan lebih banyak uang, peralatan, dan personel bagi pasukan internasional yang dipimpin Kenya. Ia menambahkan bahwa penundaan lebih lanjut berisiko mengakibatkan keruntuhan bencana lembaga keamanan Haiti dan dapat memungkinkan geng-geng menyerbu seluruh wilayah metropolitan Port-au-Prince.

SekJen PBB menyesalkan bahwa misi tersebut masih belum dikerahkan dengan kekuatan penuh, sehingga membatasi kapasitasnya untuk mendukung polisi nasional Haiti.

Menteri Luar Negeri Haiti Jean-Victor Harvel Jean-Baptiste, saat berpidato di sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB, mengatakan bahwa negara tersebut menghadapi kesulitan besar yang mengancam bukan hanya penduduknya tetapi juga kelangsungan hidup negara tersebut.

Pada Oktober 2023 lalu, Dewan Keamanan memberikan lampu hijau kepada misi Dukungan Keamanan Multinasional yang dirancang untuk mendukung otoritas Haiti dalam memerangi kekerasan geng. Namun sejak saat itu, hanya sekitar 800 dari 2.500 petugas polisi yang diharapkan telah dikerahkan.

Lebih dari 5.601 orang tewas di Haiti tahun lalu akibat kekerasan geng, sekitar seribu lebih banyak dibandingkan tahun 2023, kata PBB.

“Kemunduran dalam proses politik Haiti telah berkontribusi pada iklim yang memungkinkan terjadinya kekejaman ini," ucap Guterres dalam laporan tersebut.

Ketidakstabilan

Haiti saat ini tidak memiliki presiden atau parlemen dan diperintah oleh badan transisi, yang berjuang untuk menangani kekerasan ekstrem yang terkait dengan geng kriminal, kemiskinan, dan tantangan lainnya.

PBB juga mencatat 315 kasus hukuman gantung massal terhadap orang-orang yang diduga berafiliasi dengan geng serta 281 kasus dugaan eksekusi cepat oleh polisi.

Lebih dari satu juta warga Haiti terpaksa meninggalkan rumah mereka, tiga kali lipat jumlahnya dibanding tahun lalu.

Negara Karibia ini telah menderita ketidakstabilan selama beberapa dekade, tetapi situasinya meningkat Februari lalu ketika kelompok bersenjata melancarkan serangan terkoordinasi di ibu kota untuk menggulingkan perdana menteri saat itu, Ariel Henry.

Karena tidak populer dan tidak dipilih, Henry mengundurkan diri pada April. Pengunduran diri Henry akhirnya memberi jalan kepada pemerintahan transisi, yang pada November telah memecat perdana menteri sementaranya dan menggantinya dengan perdana menteri saat ini, Alix Didier Fils-Aime.

"Meskipun ada kemajuan di bidang politik dan alasan untuk berharap, namun kerangka transisi masih rapuh," ujar Perwakilan Khusus PBB di Haiti, Maria Isabel Salvador, kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.