Jangan Lupa Nonton, Film 'Perayaan Mati Rasa' Kedepankan Pesan Tentang Cinta Keluarga
📅 Jumat, 24 Jan 2025, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Adimas Raditya
Jakarta - Rumah Produksi Sinemaku Pictures kembali merilis film terbaru di awal tahun 2025 bertajuk "Perayaan Mati Rasa" dengan menghadirkan sejumlah aktor dan aktris berbakat.
Prilly Latuconsina selaku Produser Eksekutif Film dan CMO Sinemaku Pictures menyampaikan bahwa "Perayaan Mati Rasa" mengedepankan kisah tentang cinta keluarga sebagai support system utama di dalam kehidupan.
“Keluarga adalah tempat pertama di mana kita mencari dukungan, tempat pertama di mana kita bisa merasa aman,” kata Prilly dalam Press Screening dan Konferensi Pers di Jakarta, Kamis.
Prilly mengatakan, film ini mengeksplorasi tema kehilangan orang tua dari sudut pandang anak.
"Perayaan Mati Rasa" mengikuti kisah Ian Antono yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai seorang anak pertama, Ian berjuang meraih mimpinya bersama para sahabatnya dan berusaha keras memenuhi semua ekspektasi yang ia bangun hingga membuatnya jauh dari keluarga.
Namun, ketika sebuah peristiwa besar membuat Ian kehilangan orangtuanya secara tiba-tiba, Ian berusaha selalu kuat dan mengubur semua perasaannya hingga ia mati rasa.
Menurut Prilly, film ini mengajak penonton untuk berefleksi dari kisah keluarga Antono yang mengalami krisis emosional ketika kehidupan mereka diguncang kehilangan yang begitu menyayat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ian (Iqbaal Ramadhan) dan Uta (Umay Shahab), adalah kakak adik yang punya jalur nasib berbeda.
Ian, masih merintis karier musiknya bersama grup band indie bernama Midnight Serenade yang dibentuknya bersama Ray Alvero (Devano Danendra), Saka Wijaya (Dul Jaelani), Dika Ardana (Randy Danistha).
Midnight Serenade terus menjajal dari satu panggung ke panggung audisi lain, untuk bisa tembus label dan karya-karya musik mereka didengarkan banyak orang.
Sementara Uta, adalah podcaster idola banyak anak muda dengan ketenaran di media sosial hingga dianugerahi sebuah penghargaan berkat kontennya.
Ian merasa ia harus mengejar mimpinya di tengah tekanan dan ekspektasi keluarga.
Sementara Uta, adalah seperti anak emas bagi kedua orangtuanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!