Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKP Ajak Bulog Serap Gabah Petani

7 Jumat, 24 Jan 2025, 04:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKP Ajak Bulog Serap Gabah Petani DKP Ajak Bulog Serap Gabah Petani Doc: ANTARA/HO-DKP Kota Tangerang
Ket. Pertemuan Petani Kota Tangerang dengan Bulog terkait kerjasama penyerapan gabah beras lokal.

TANGERANG – Badan urusan logistik (Bulog) diharap dapat menyerap hasil panen petani terutama untuk gabah. “Sebelum pembelian, sudah diadakan pertemuan Bulog dan petani agar saling mengerti kemauan masing-masing,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Muhdorun, Kamis (23/1).

Muhdorun berharap gabah petani lokal dapat diserap Bulog. Kedua pihak sudah saling memaparkan keinginan. Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang, berharap Bulog dapat menyerap gabah beras petani lokal untuk kebutuhan komersil maupun kebutuhan sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP).

“DKP sifatnya memfasilitasi antara petani dan Bulog, Harapannya, agar gabah beras petani lokal bisa diserap dengan baik, sehingga bisa berdampak baik bagi kedua pihak,” ujarnya.

Muhdorun pun berharap, Bulog dapat segera menyerap gabah atau beras dari petani. Ini bisa dijadikan stok ­pemkot.

Optimalisasi penyerapan gabah beras petani lokal ini selaras dengan program Asta Cita yang tengah digaungkan pemerintah. “Optimalisasi penyerapan gabah beras menjadi penguatan cadangan beras tahun 2025. Ini juga menjaga stabilitas harga di produsen atau petani lokal,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan disebutkan, selama tahun lalu, petani lokal berhasil panen 4.341 kilogram cabai, 4.600 kilogram bawang merah dan 841 ton beras. Para petani lokal juga berhasil panen 11.104 kilogram jagung ketan dari lahan seluas 4,5 hektare.

Selama tahun lalu, Pemkot Tangerang menyalurkan 750 kilogram pupuk, bantuan hidroponik 1.000 lubang tanam ke delapan KWT. Bantuan pompa air 3 inch ke tiga kelompok tani dan bantuan traktor ke tiga kelompok tani.

Sebelumnya, DKP Tangerang mengoptimalkan pengawasan pangan segar untuk mencegah peredaran bahan yang mengandung zat berbahaya, seperti pestisida dan formalin.

Muhdorunmenuturkan, objek pangan segar yang diawasi antara lain beras, sayuran, buah-buahan, dan makanan beku.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar aman, higienis, dan bergizi. Hasil dari pemeriksaan pangan dengan uji secara langsung, tidak ditemukan kandungan zat berbahaya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.