Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Kompak Beri Solusi, Indonesia Perlu Cari Alternatif Pendanaan Transisi Energi

📅 Kamis, 23 Jan 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Ayo Kompak Beri Solusi, Indonesia Perlu Cari Alternatif Pendanaan Transisi Energi Doc: ANTARA/Arnas Padda
Ket. Target bauran EBT 2025 I Suasana kincir angin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (22/1).

JAKARTA - Pemerintah Indonesia perlu mencari alternatif pendanaan untuk transisi energi sebagai langkah menghadapi dampak mundurnya Amerika Serikat (AS) dari Paris Agreement (Perjanjian Paris).

“Terkait pendanaan, perlu dicari berbagai alternatif,” kata peneliti Center of Industry, Trade, and Investment Indef, Ahmad Heri Firdaus dalam pesan tertulis, di Jakarta, Rabu (22/1).

Seperti dikutip dari Antara, Ahmad mengatakan sumber alternatif pendanaan transisi energi ini dapat bervariasi seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kerja sama investasi dengan negara lain, kerja sama B2B (business to business), peluang pendanaan dari berbagai lembaga keuangan internasional, dan sebagainya.

Pada Senin (20/1) waktu setempat usai pelantikannya, Presiden AS Donald Trump menyatakan AS akan menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris 2016 karena menganggap perjanjian tersebut tidak adil dan berat sebelah.

Pada hari yang sama, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk secara resmi menarik diri dari perjanjian tersebut.

Dengan keluarnya AS dari Perjanjian Paris, Ahmad memandang langkah ini tentunya akan mengubah konstelasi global untuk capaian emisi nol bersih (net zero emission/NZE) di masa yang akan datang, tepatnya dalam jangka menengah dan jangka panjang.

“Ini dikhawatirkan berbagai negara malah jadi tidak aware untuk melaksanakan Perjanjian Paris,” ujar Ahmad.

Perubahan Iklim

Meski begitu, Ahmad mengingatkan Indonesia harus tetap berada pada target yang telah direncanakan terkait dengan transisi energi dan aksi mitigasi perubahan iklim.

Mundurnya AS dari Perjanjian Paris dikhawatirkan berdampak pada program pendanaan transisi energi ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, Ahmad mengatakan Indonesia perlu mencari alternatif pendanaan lainnya.

Adapun Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen terhadap Perjanjian Paris. Hal ini disampaikan oleh Hashim Djojohadikusumo saat menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Konferensi Perubahan Iklim COP29 UNFCCC pada November 2024.

Pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat aksi mitigasi perubahan iklim termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

Program baru yang disiapkan oleh pemerintahan Prabowo, di antaranya pengembangan energi sebesar 100 Gigaton (GT) termasuk di dalamnya EBT sebesar 75 GT. EBT tersebut, antara lain pembangkit listrik tenaga bayu, tenaga air, panas bumi, tenaga surya, panas bumi, dan nuklir.

Kemudian, program mitigasi perubahan iklim juga termasuk pemanfaatan teknologi carbon capture and storage (CCS) serta rehabilitasi 12,7 juta hektare hutan untuk mendukung ketahanan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.