Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Tingkatkan Energi Ramah Lingkungan, OPEC Proyeksikan Permintaan Minyak Tumbuh Kuat pada 2026

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Ayo Tingkatkan Energi Ramah Lingkungan, OPEC Proyeksikan Permintaan Minyak Tumbuh Kuat pada 2026 Doc: antara
Ket. Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau  Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

JAKARTA - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atauOrganization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada hari Rabu (15/1) memproyeksikan permintaan minyak global akan tumbuh kuat sebanyak 1,43 juta barel per hari (bph) pada 2026, menjadi 106,63 juta bph.

Menurut laporan pasar minyak bulanan OPEC yang dipublikasikan, OPEC menuturkan proyeksi tersebut merupakan penilaian pertama organisasi itu terkait tingkat permintaan minyak pada 2026, didasarkan pada berlanjutnya aktivitas ekonomi yang solid di Asia dan negara-negara non-Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) lainnya.

Seperti dikutip dari Antara, organisasi itu mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global sebanyak 1,45 juta bph pada 2025, sebagaimana dinyatakan Xinhua dikutip di Jakarta, Kamis.

Dalam laporan pada Rabu, OPEC lebih lanjut memangkas estimasi permintaan minyak global pada 2024, dari 103,82 juta bph yang diproyeksikan bulan lalu menjadi 103,75 juta bph, menandai revisi turun untuk data permintaan tahun lalu selama enam bulan berturut-turut.

Terkait suplai, OPEC menyampaikan pasokan bahan bakar cair dari negara-negara di luar OPEC+, aliansi produsen yang terdiri dari OPEC dan sekutunya, diperkirakan akan tumbuh 1,1 juta bph pada 2026, sama seperti tahun 2025 dan sekali lagi didorong terutama oleh peningkatan produksi dari Amerika Serikat, Brasil, dan Kanada.

Perekonomian Dunia

OPEC juga memproyeksikan perekonomian dunia akan tumbuh 3,1 persen pada tahun ini dan 3,2 persen pada tahun depan, "yang ditopang oleh level pertumbuhan yang relatif stabil di sejumlah perekonomian utama."

"Di dalam perekonomian non-OECD, negara-negara konsumen minyak utama seperti Tiongkok dan India, bersama dengan perekonomian-perekonomian Asia yang sedang berkembang, diproyeksikan akan mempertahankan pertumbuhan mereka yang kuat, berkontribusi secara signifikan terhadap ekspansi ekonomi global," ujar organisasi tersebut.

Dalam sebuah pertemuan tingkat menteri pada awal Desember 2024, OPEC+ sepakat untuk mempertahankan pemangkasan output minyak mereka saat ini untuk kuartal pertama 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.