Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Diminta Berhati-hati, Wamenkomdigi Ingatkan Hadirnya Kecerdasan Artifisial yang Kian Pintar

📅 Kamis, 16 Jan 2025, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Diminta Berhati-hati, Wamenkomdigi Ingatkan Hadirnya Kecerdasan Artifisial yang Kian Pintar Doc: ANTARA/Fathur Rochman
Ket. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria berbicara dalam acara "Semangat Awal Tahun 2025" di IDN HQ, Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi awal dari era baru dalam perkembangan kecerdasan buatan, yakni agentive AI, yang disebut semakin pintar.

"Apa itu agentive AI? Itu satu sistem kecerdasan buatan (AI) yang bisa melakukan 'reasoning' sendiri. Lalu membuat 'decision making' sendiri secara otomatis," ujar Nezar di Jakarta, Rabu.

Nezar menyebut bahwa teknologi terbaru ini merupakan pengembangan dan gabungan dari AI generatif, seperti basic learning, deep learning, dan lainnya, lalu menyatu dalam satu sistem kecerdasan buatan yang didedikasikan untuk tugas khusus.

Teknologi ini sedang dikembangkan oleh sejumlah perusahaan teknologi global dan diprediksi segera hadir dalam berbagai produk yang akan berdampak luas.

Dia menuturkan bahwa penerapan agentive AI mencakup berbagai skenario, seperti menjadi asisten pribadi yang mampu menyusun agenda, mengirim surat, hingga memberikan rekomendasi makanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan seseorang.

Teknologi ini bahkan mampu membantu menciptakan karya seni, seperti melukis dengan gaya tertentu.

"Misalnya saya mau melukis dengan gaya Van Gogh. Dia akan membantu kita untuk mencari dimana kita bisa melukiskan Van Gogh. Lalu dia style-nya dia kasih tahu, sampai kemudian dia bisa membantu memilihkan kita warna cat apa saja yang dipakai oleh Van Gogh untuk di lukisan," ucap dia.

Namun, Nezar mengatakan perkembangan agentive AI ini menimbulkan tantangan besar, terutama dalam sektor tenaga kerja.

Menurutnya, banyak jenis pekerjaan diprediksi akan tergantikan oleh kemampuan AI ini.

Oleh karena itu, generasi muda, khususnya Gen Z dan kelas pekerja produktif, perlu memahami secara mendalam cara kerja teknologi ini untuk tetap relevan dalam dunia kerja di masa depan.

"Saya kira perlu sekali untuk mencermati secara fundamental bagaimana sih sebenarnya cara kerja AI ini. Itu yang pertama buat gen Z kita ini, buat kelas pekerja produktif kita ini," ujarnya.

Lebih lanjut Nezar mengatakan pemerintah memiliki peran penting dalam mengantisipasi dampak agentive AI, meski sulit dilakukan mengingat perkembangan AI yang bersifat eksponensial.

Dia menilai perlu adanya regulasi yang tepat untuk mengelola dampak-dampak yang mungkin terjadi.

"Kita coba membuat satu regulasi yang kira-kira bersifat horizontal. Dalam artian kita set values-nya, fundamental values yang harus diperlukan oleh para developer, deployer, dan juga pengguna AI ini," ucap Nezar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.