Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensos Minta Pilar Sosial Turut Motivasi KPM untuk Lepas dari Bansos

📅 Selasa, 14 Jan 2025, 23:41 WIB | Oleh:
Mensos Minta Pilar Sosial Turut Motivasi KPM untuk Lepas dari Bansos Doc: Antara

Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta para pilar sosial turut memotivasi keluarga penerima manfaat (KPM) untuk lepas dari bantuan sosial (bansos) dan menjadi lebih berdaya melalui program-program Kemensos.

1736871803_e7c2a871869acffc6ace.jpg

"Saya mohon teman-teman bekerja dengan baik mendampingi mereka -KPM- sehingga dapat didorong ke pemberdayaan, yang disebut dengan graduasi," kata Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Mensos menyampaikan hal tersebut saat berdialog dengan 399 pilar sosial di Indramayu Jawa Barat. Menurutnya, jika KPM lepas dari bansos, maka dapat mempercepat penurunan kemiskinan.

"Saya ingin menyamakan langkah supaya lebih jelas target-targetnya, agar apa yang kita kerjakan punya masukan, keluaran atau hasil, dan dampak yang nyata. Kita ingin terukur dan kemiskinan cepat turun," ujarnya.

Mensos juga mengajak Pemerintah Kabupaten Indramayu agar turut menyukseskan upaya graduasi penerima bantuan sosial Kemensos.

"Saya ingin mengajak Pemkab Indramayu untuk fokus ke pemberdayaan. Sekarang kita tingkatkan ke pemberdayaan agar tiap tahunnya banyak yang bisa graduasi," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Mensos juga mengingatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pelopor Perdamaian (Pordam), dan pendamping rehabilitasi sosial agar turut mewujudkan cita-cita bangsa untuk membuat orang kecil dapat tertawa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Siapa yang harus dibuat tersenyum? Kita rumuskan dalam 12 PAS," kata Gus Ipul.

Target sasaran kerja Kemensos yang tercakup ke dalam konsep 12 PAS tersebut terdiri atas anak-anak rentan, difabel, lansia telantar, masyarakat berpendapatan rendah, korban bencana, mereka yang membutuhkan afirmasi khusus, warga binaan, korban kekerasan, korban NAPZA dan HIV/AIDS, masyarakat yang bermasalah sosial, perempuan rentan, dan fakir miskin.

"Jadi, sekali lagi, inilah yang harus kita buat tertawa. Mereka harus menjadi perhatian kita sesuai bidang tugas masing-masing," tuturnya.

Agar para penerima bansos cepat terlepas dari bansos, Gus Ipul menyampaikan bahwa terdapat proses bisnis yang menjadi acuan Kemensos dalam menjalankan tugas kerjanya, yakni melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang menjadi acuan seluruh pihak.

"Terwujudnya data tunggal tersebut menjadikan Indonesia untuk pertama kalinya memiliki data tunggal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Adanya data tunggal itu juga menjadi acuan pendamping sosial dalam menjalankan tugas-tugasnya" paparnya.

Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang tidak bisa diberdayakan secara langsung, maka akan melewati proses rehabilitasi sosial terlebih dahulu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.