Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelajahi Pengetahuan Lokal, Melalui Platform “Akal Lokal”

📅 Selasa, 14 Jan 2025, 14:32 WIB | Oleh:

"Harapan saya dengan adanya konten di Akal Lokal, bisa menjadi terobosan baru bahwa kita jurnalis bisa menggunakan sumber informasi di Akal Lokal untuk pemberitaan kita karena trustable," harapnya.

Direktur Penabulu Eko Kumara pada kesempatan itu menyoroti tentang tantangan-tantangan yang akan dihadapi dalam mengelola platform "Akal Lokal" yang harus bisa diatasi.

"Tantangan terbesarnya menurut saya adalah kemampuan kita dalam mengkonversi pengetahuan-pengetahuan lokal yang sifatnya tutur menjadi sesuatu yang bersifat eksplisit. Problemnya adalah memang ketrampilan soal itu (menulis) tidak ada,"  katanya.  

"Saya pikir tugas Akal Lokal bukan hanya mendokumentasikan pengetahuan, tapi tugas Akal Lokal adalah memberikan kondisi memungkinkan bagi lahirnya pengetahuan baru," harap Eko.

Sementara Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa - Guru Besar Fakultas Pertanian, IPB dan Ketua umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AP2TI) pada kesempatan itu memperkenalkan kearifan lokal yang hidup di beberapa daerah di bidang pertanian yang sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta memungkinkan direplikasikan di tempat lain.

"Kami banyak menjalankan program kepada kelompok tani di daerah-daerah. Kami menyadari bahwa para petani memiliki kecendrungan memiliki tanggalan khusus dalam melakukan penanaman sesuai dengan kesepakatan bersama," jelasnya.

"Tanggal-tanggal tersebut tentu menjadi salah satu kearifan bertanam lokal yang hampir lekang tergerus di pertanian modern," jelasnya memberi contoh.

Peluncuran platform sumber edukasi tradisi lokal ini dihadiri oleh beragam pihak mulai dari LSM, akademisi, media, komunitas lokal, pelaku budaya, organisasi masyarakat sipil, lembaga pendidikan dan masyarakat umum yang harapannya dapat terlihat aktif di "Akal Lokal".

Acara dibuka dengan pertunjukan Jimbe dari komunitas Ciliwung Merdeka, dan tamu undangan juga disuguhkan dengan pameran pengetahuan lokal dan produk-produk pengetahuan Terasmitra serta aneka ragam pangan lokal, seperti sorgum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Sistem Pilkada Perlu Direformasi

27 menit yang lalu | Ones

Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Daerah
Tingkatkan Kinerja, Pemkot ...

Wisatawan Mancanegara Ikut Berbelanja ke Pasar Tanah Abang

39 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...
Luar Negeri
Kedubes Desak Warga AS Ting...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.