Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Tetap 2,8% pada 2025

📅 Sabtu, 11 Jan 2025, 00:03 WIB | Oleh:
PBB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Tetap 2,8% pada 2025 Doc: Istimewa
Ket. PBB memperkirakan akan melihat kinerja pertumbuhan yang kuat di beberapa negara berkembang besar, terutama India dan Indonesia.

NEW DELHI – Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia yang dirilis pada hari Kamis (9/1), pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan tetap pada angka 2,8 persen pada tahun 2025, tidak berubah dari tahun 2024, tertahan oleh dua ekonomi teratas, Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dikutip dari The Straits Times, laporan itu menyatakan perkiraan pertumbuhan positif namun agak melambat untuk Tiongkok dan Amerika Serikat akan dilengkapi dengan pemulihan moderat di Uni Eropa, Jepang, dan Inggris, serta kinerja kuat di beberapa negara berkembang besar, terutama India dan Indonesia.

“Meskipun terus mengalami ekspansi, ekonomi global diproyeksikan tumbuh lebih lambat dibandingkan rata-rata 3,2 persen pada periode 2010 hingga 2019 (sebelum pandemi),” bunyi laporan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB itu.

“Kinerja yang lesu ini mencerminkan tantangan struktural yang sedang berlangsung seperti investasi yang lemah, pertumbuhan produktivitas yang lambat, tingkat utang yang tinggi, dan tekanan demografi,” katanya.

Laporan itu mengatakan pertumbuhan AS diperkirakan menurun dari 2,8 persen pada tahun 2024 menjadi 1,9 persen pada tahun 2025 karena pasar tenaga kerja melemah dan belanja konsumen melambat.

Dikatakannya, pertumbuhan di Tiongkok diperkirakan sebesar 4,9 persen untuk tahun 2024 dan diproyeksikan menjadi 4,8 persen pada tahun 2025 dengan investasi sektor publik dan kinerja ekspor yang kuat yang sebagian diimbangi oleh pertumbuhan konsumsi yang lemah dan melemahnya sektor properti.

Eropa diperkirakan akan pulih secara moderat dengan pertumbuhan meningkat dari 0,9 persen pada tahun 2024 menjadi 1,3 persen pada tahun 2025, “didukung oleh meredanya inflasi dan pasar tenaga kerja yang tangguh,” kata laporan itu.

"Asia Selatan diperkirakan akan tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan produk domestik bruto regional diproyeksikan tumbuh sebesar 5,7 persen pada tahun 2025 dan 6 persen pada tahun 2026, didukung oleh kinerja kuat India dan pemulihan ekonomi di Bhutan, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka," kata laporan itu.

India, ekonomi terbesar di Asia Selatan, diperkirakan tumbuh sebesar 6,6 persen pada tahun 2025 dan 6,8 persen pada tahun 2026, didorong oleh konsumsi dan investasi swasta yang kuat.

Laporan tersebut menyatakan bank-bank sentral utama kemungkinan akan menurunkan suku bunga lebih lanjut pada tahun 2025 seiring meredanya tekanan inflasi. Inflasi global diproyeksikan akan turun dari 4 persen pada tahun 2024 menjadi 3,4 persen pada tahun 2025, yang akan memberikan sedikit kelegaan bagi rumah tangga dan bisnis.

Ia menyerukan tindakan multilateral yang berani untuk mengatasi krisis yang saling terkait, termasuk utang, kesenjangan, dan perubahan iklim.

“Pelonggaran moneter saja tidak akan cukup untuk menyegarkan kembali pertumbuhan global atau mengatasi kesenjangan yang semakin melebar,” kata laporan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.