Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Sugiono: Pelindungan WNI dan Diaspora Prioritas Diplomasi dan Asta Cita

📅 Jumat, 10 Jan 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Menlu Sugiono: Pelindungan WNI dan Diaspora Prioritas Diplomasi dan Asta Cita Doc: Kemlu.go.id
Ket. Menlu RI Sugiono meyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2025.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menekankan konsistensi pemerintah dalam memprioritaskan pelindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, termasuk para pekerja migran.

“Isu pelindungan Warga Negara Indonesia di luar negeri, merupakan sesuatu yang mutlak dalam diplomasi Indonesia, dan menjadi salah satu prioritas dalam Asta Cita,” sebut Menlu Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2025, Jumat (10/1).

Menlu menyampaikan, setiap warga negara Indonesia, di manapun berada, harus merasakan kehadiran dan pelindungan dari negara.

Hal ini dicontohkan secara langsung oleh Presiden Prabowo, bahkan jauh sebelum menjadi Presiden, yaitu melalui tindakan nyata untuk membebaskan WNI dari ancaman hukuman mati.

Menlu secara khusus mengapresiasi kiprah para pekerja migran Indonesia selama ini. “Kita berterima kasih kepada rekan-rekan pekerja migran di seluruh dunia, yang di tengah berbagai tantangan, mereka terus bekerja keras bagi keluarganya di tanah air”.

Lebih lanjut, Menlu menyampaikan komitmen Indonesia dalam memperkuat kebijakan pelindungan yang lebih antisipatif, bukan sekadar reaktif, termasuk untuk menangani berbagai kejahatan transnasional, seperti isu-isu online scams.

“Kita juga akan bekerja sama dengan kementerian-kementerian terkait, untuk menciptakan suatu sistem perlindungan yang komprehensif, ” sebutnya.

Menlu juga menekankan pentingnya peran diaspora Indonesia, yang mencapai lebih dari 8 juta jiwa. “Bapak dan ibu diaspora merupakan aset strategi bangsa. Pemerintahan Presiden Prabowo mengajak Bapak dan Ibu para diaspora untuk bekerja sama membangun bangsa,” ujarnya.

“Inilah saatnya mengubah brain drain Indonesia menjadi brain gain for Indonesia,” tegasnya.

PPTM merupakan pernyataantahunan di mana Menteri Luar Negeri RI memberikan pidato di hadapan awak media dan duta besar negara sahabat. Ini merupakan PPTM pertama bagi Menlu Sugiono sejak dilantik sebagai Menlu di bulan Oktober lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.