Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

📅 Kamis, 09 Jan 2025, 03:06 WIB | Oleh:
Pemerintah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Doc: Antara
Ket. Ilustrasi siswa di dalam kelas

JAKARTA - Pemerintah mempercepat proses pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, minta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membantu merealisasikan rencana Sekolah Rakyat (SR) yang akan dibangun kementeriannya.

1736348831_44d32a286f6643522b67.jpg

Foto : Istimewa

“Intinya kami minta bantuan Kemendikdasmen. Pertama tentu tentang perintah Pak Presiden Prabowo agar kami membangun Sekolah Rakyat,” ujar Mensos, dalam keterangannya usai Audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Jakarta, Rabu (8/1).

Dia menjelaskan, SR merupakan sekolah yang akan dirintis untuk membantu pelajar tidak mampu khususnya mereka yang masuk kelompok miskin ekstrem. Dengan demikian mereka bisa bersekolah secara gratis dan berkualitas.

Gus Ipul melanjutkan, SR yang akan dibangun nantinya menyerupai sekolah asrama (boarding school). Dengan demikian, tidak hanya gratis dan berkualitas namun juga bisa menjamin asupan gizi para siswanya.

“Tujuan utama sekolah rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan. Jika orang tuanya miskin jangan sampai anaknya jadi miskin. Ini harus diputus dengan menyekolahkan mereka,” jelasnya.

Program Afirmasi

Sementara itu, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti menyambut baik ajakan Kemensos. Dia berjanji tidak hanya membantu, namun juga siap berkolaborasi mempercepat realisasi Sekolah Rakyat.

“Dengan pembangunan Sekolah Rakyat, anak yang kurang mampu yang selama ini mungkin belum tertampung di sekolah negeri bisa masuk ke Sekolah Rakyat,” katanya.

Dia menyebut, pihaknya juga memiliki afirmasi bagi siswa tidak mampu dalam Program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Dari 4 jalur PPDB, salah satunya afirmasi untuk disabilitas dan anak kurang mampu ditampung di sekolah negeri. “Jadi konsepnya itu yang elite dan alit (kecil) bisa berkumpul,” ucapnya.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai wacana Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyeimbangkan adanya wacana pembentukan Sekolah Unggulan Garuda, yang disiapkan untuk para talenta unggul Indonesia di masa depan.

Menurutnya, wacana terkait Sekolah Rakyat maupun Sekolah Unggulan Garuda bukan berarti mengunggulkan satu sisi dan mengesampingkan hal yang lain.  ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Luar Negeri
Turki Makin Agresif Perkuat...

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Ramai-ramai Memprotes Buku ...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.