Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kawasan Kumuh di Semarang Tinggal 44 Hektare

📅 Kamis, 09 Jan 2025, 19:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kawasan Kumuh di Semarang Tinggal 44 Hektare Doc: ANTARA
Ket. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat presentasi penilaian nominasi Lomba Hari Habitat Provinsi Jawa Tengah 2025, di Semarang, Kamis (9/1/2025).

SEMARANG– Pemerintah Kota Semarang menyatakan kawasan kumuh terus berkurang setiap tahun dan saat ini tinggal menyisakan 44 hektare yang akan terus diselesaikan hingga nol persen.

"Kami berkomitmen untuk terus mengurangi kawasan kumuh hingga mencapai nol persen. Di tahun 2024 ini menyisakan 44 ha kawasan kumuh dari total seluas 431 ha," kata Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Semarang, Kamis (9/1).

Hal tersebut disampaikan Ita, sapaan akrab Hevearita, saat presentasi penilaian nominasi Lomba Hari Habitat Provinsi Jawa Tengah 2025.

Di hadapan tim juri, Ita mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan adaptif terhadap kerentanan bencana, serta perubahan iklim.

Ia mengatakan bahwa capaian dan keberhasilan penghapusan kawasan kumuh pada tahun 2023 mencatat rekor tertinggi yakni sebesar 192 ha.

Ita mengatakan sebagai kota pesisir dengan pertumbuhan dinamis, sejumlah upaya dilakukan dengan meningkatkan inovasi pengurangan kawasan kumuh, menghidupkan lahan tidur, dan mempertahankan wilayah bebas kumuh yang telah terselesaikan.

Untuk penanganan kawasan kumuh di wilayah Kelurahan Tugu, Mangkang Wetan, dan Mangunharjo telah dilakukan normalisasi Sungai Bringin yang telah selesai. Nantinya, akan dilanjutkan dengan normalisasi Sungai Plumbon yang saat ini telah selesai proses pembebasan lahan.

Ia mengatakan bahwa upaya pengelolaan sampah, rehabilitasi kawasan mangrove, perbaikan infrastruktur jalan, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga peningkatan infrastruktur irigasi juga akan dioptimalkan.

Sebagai langkah adaptasi iklim, dilakukan juga pemanenan air hujan, peresapan air melalui biopori, penanaman sistem hidroponik memanfaatkan air limbah AC dan aquaponik memanfaatkan air limbah lele, serta penanaman padi biosalin yang menjadikan produktivitas lahan payau lebih tinggi serta upaya lainnya.

Dari sisi regulasi, Pemkot Semarang telah mengesahkan Perda Penyelenggaraan Kawasan Perumahan dan Permukiman sebagai langkah pencegahan dan mitigasi bencana kewilayahan.

"Keberhasilan di wilayah Tugu ini adalah hasil kerja keras seluruh pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun mitra lainnya. Kami optimis kawasan kumuh dapat berkurang hingga nol persen di masa mendatang, termasuk melalui kepemimpinan yang baru," katanya.

Dengan kolaborasi bersama antara masyarakat, Bank Sampah Mawar Merah, peran Sururi dengan rehabilitasi mangrove hingga dianugerahi Kalpataru, BRIN, kementerian, lembaga, akademisi, serta pengusaha serta perbankan, dia yakin persoalan wilayah kumuh akan terselesaikan menjadi lebih indah dan layak huni.

Ia menyebutkan bahwa salah satu kawasan yang akan menjadi perhatian khusus selanjutnya adalah wilayah Kauman.

Pemkot Semarang berharap kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dapat mempercepat revitalisasi kawasan tersebut sehingga menjadi destinasi wisata yang indah, representatif, layak huni, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.