Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Papua Nugini Kecam Tuduhan Kanibalisme terhadap Bangsanya

📅 Senin, 06 Jan 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Menteri Papua Nugini Kecam Tuduhan Kanibalisme terhadap Bangsanya Doc: Mizzima
Ket. Papua Nugini mengecam klaim "mengerikan" tentang kanibalisme yang beredar di media sosial.

PORT MORESBY - Menteri Kepolisian Papua Nugini mengecam klaim "mengerikan" tentang kanibalisme yang beredar di media sosial, dan bersumpah bahwa "kebiadaban seperti itu" tidak akan mendefinisikan negara Pasifik tersebut. 

Sekelompok pria bersenjata parang mengayunkan sesuatu yang tampak seperti kaki manusia yang terpenggal dalam foto-foto mengerikan yang diterbitkan hari Senin (6/1) di halaman depan surat kabar terbesar di Papua Nugini. 

Walaupun para pria itu tidak terekam sedang memakan bagian tubuh tersebut, salah satu dari mereka tampak membuat gerakan menjilati sambil mengangkatnya ke depan kamera. 

Menteri Kepolisian Peter Tsiamalili mengatakan sangat terganggu oleh gambar-gambar yang menggambarkan "tindakan kanibalisme yang mengerikan". 

"Konfrontasi yang disertai kekerasan antara dua bersaudara meningkat, yang berujung pada hasil yang memilukan," ungkapnya kepada AFP. 

"Konflik tersebut melibatkan penduduk desa yang memihak, yang akhirnya mengakibatkan pembunuhan kejam terhadap sang kakak oleh sang adik." 

Tsiamalili mengatakan dalam pernyataan terpisah tertanggal Minggu "kebiadaban seperti itu tidak mendefinisikan kita sebagai suatu bangsa atau negara".

"Tindakan biadab yang dilakukan sekelompok pemuda ini tidak saja menggemparkan hati nurani kolektif kita, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap nilai-nilai sosial yang mengikat kita sebagai sebuah bangsa," katanya.

"Tindakan tidak manusiawi seperti itu tidak dapat ditoleransi dan merupakan tantangan besar bagi kemanusiaan kita bersama." 

Polisi melacak gambar-gambar itu ke distrik Goilala di wilayah pedalaman negara yang diselimuti hutan. 

Pembunuhan itu terjadi "sebulan lalu" di Desa Saki, kata Tsiamalili, meskipun videonya baru-baru ini mendapat perhatian daring. 

Papua Nugini telah lama dinodai oleh kiasan ketinggalan zaman yang menggambarkan penduduknya sebagai orang biadab. 

Secara historis, kanibalisme telah didokumentasikan di antara sejumlah kecil suku di daerah terpencil Papua Nugini. 

Presiden Amerika Serikat Joe Biden tahun lalu berkelakar bahwa pamannya, seorang pilot pesawat tempur, mungkin telah dimakan oleh kanibal setelah ia ditembak jatuh selama Perang Dunia II. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.