Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentagon Tegaskan Bantuan AS untuk Ukraina Akan Tetap Berlanjut Usai Era Biden

📅 Minggu, 05 Jan 2025, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pentagon Tegaskan Bantuan AS untuk Ukraina Akan Tetap Berlanjut Usai Era Biden Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. AS akan terus memberikan bantuan kepada Ukraina meskipun masa pemerintahan Presiden Joe Biden berakhir.

Washington - Amerika Serikat (AS) akan terus memberikan bantuan kepada Ukraina meskipun masa pemerintahan Presiden Joe Biden berakhir karena diperlukan waktu untuk mengirimkan kemampuan yang telah diumumkan, kata Wakil Sekretaris Pers Pentagon Sabrina Singh, Jumat (3/1).

"Pengiriman kemampuan dan peralatan itu dilakukan sesuai ketersediaan. Jadi, sangat mungkin Anda akan melihat lebih banyak bantuan terus mengalir ke Ukraina setelah pemerintahan ini berakhir. Hal itu sangat normal ketika PDA (Presidential Drawdown Authority) diumumkan," kata Singh kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa AS masih mengirimkan kemampuan yang telah diumumkan pada November dan Desember 2024.

"Beberapa peralatan bisa sampai dalam hitungan hari. Namun, seperti yang Anda tahu, beberapa lainnya memerlukan waktu lebih lama," kata Singh.

Awal pekan ini, pemerintahan Presiden Joe Biden mengumumkan alokasi tambahan bantuan untuk Ukraina sebesar hampir 5,9 miliar dolar AS (sekitar Rp98,5 triliun), yang mencakup pasokan militer dan dukungan anggaran langsung.

Dari jumlah tersebut, Kiev akan menerima senjata senilai 1,25 miliar dolar AS (sekitar Rp20 triliun) yang diambil dari gudang militer AS.

Menurut Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, paket tersebut mencakup amunisi untuk HIMARS, peluru artileri, sistem Javelin, rudal TOW, dan senjata lainnya.

Rusia berpendapat bahwa pengiriman senjata ke Ukraina menghambat upaya penyelesaian konflik dan secara langsung melibatkan negara-negara NATO dalam konflik tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina adalah target yang sah bagi Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.