Gunung Marapi di Sumbar Erupsi Lagi, Lontarkan Abu Setinggi 1 Km
📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 12:27 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
PADANG - Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi pada Sabtu (4/1) pagi, dengan tinggi kolom abu mencapai 1 kilometer.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 09.43 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar satu kilometer di atas puncak gunung," kata Petugas Pengamatan Gunung Marapi Teguh di Padang, Sabtu.
Dalam laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dengan durasi sementara sekitar satu menit 40 detik.
Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Marapi di status level II (waspada). PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi di antaranya masyarakat, pendaki, atau pengunjung diminta tidak memasuki atau berkegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Selain itu, mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran atau bantaran sungai-sungai yang airnya berhulu di puncak Gunung Marapi, selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya banjir lahar hujan yang dapat terjadi, terutama saat musim hujan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Nagari (Desa) Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam Firdaus mengatakan erupsi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga setempat, terutama yang bermukim di sekitar kawasan gunung api itu.
"Dentuman erupsinya cukup keras sehingga beberapa warga mengevakuasi diri ke lokasi yang lebih aman," kata dia.
Ia mengatakan sejak erupsi Gunung Marapi pada 3 Desember 2023 membawa dampak cukup buruk bagi warga dan lingkungan, seperti lahan pertanian tidak produktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ispa) terus mengintai warga sekitar.
"Data yang sudah kami laporkan ada sekitar 500 kepala keluarga yang terdampak erupsi, belum lagi lahan pertanian yang produksinya terganggu akibat bencana ini," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!