Sejak Kapan 1 Januari Dirayakan sebagai Tahun Baru?
📅 Selasa, 31 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Permulaan tahun dalam sejarahnya mengalami evolusi. Perayaan tahun baru tertua yang tercatat berasal dari tahun 2000 SM di Mesopotamia kuno dimana festival ini bisa berlangsung cukup lama.
Foto: afp/ Narinder NANU
Perayaan tahun baru dimulai pada hari bulan baru pertama setelah ekuinoks atau momen ketika Matahari melintas tepat di atas garis khatulistiwa Bumi. Pada saat ini, posisi Matahari bukan di belahan bumi utara atau bumi selatan. Pada momen ini, musim semi dimulai ketika sinar matahari dan kegelapan sama panjangnya.
Laman majalah ternama Time menulis bahwa peringatan akitu (perayaan tahun baru tertua yang tercatat berasal di Mesopotamia kuno) biasanya jatuh sekitar bulan Maret. Bagi orang Babilonia saat itu, festival ini menandai penobatan raja baru atau penegasan kembali kesetiaan kepada raja saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti beberapa penanggalan lainnya, kalender Babilonia cenderung mengaitkan perayaan tahun baru mereka sendiri dengan peristiwa penting lainnya baik yang bersifat keagamaan, astronomi, maupun pertanian.
Akitu di Mesopotamia juga bertepatan dengan panen jelai (barley) merupakan salah satu jenis biji-bijian yang kaya akan serat. Barley seringkali dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan roti hingga kue kering.
Di Tiongkok, yang memiliki sejarah perayaan tahun baru selama 3.500 tahun, tahun dimulai pada bulan baru kedua setelah titik balik Matahari musim dingin, yang biasanya jatuh sekitar akhir Januari atau Februari, yang menandai dimulainya musim semi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Mesir kuno, tahun baru dimulai saat Sirius, bintang paling terang di langit malam, muncul sekitar pertengahan Juli. Momen ini bertepatan dengan siklus banjir tahunan Sungai Nil, yang membantu mengairi lahan pertanian di dekatnya.
Kalender Mesir kuno memiliki dua belas bulan yang masing-masing berdurasi 30 hari. Masyarakat di sana merayakan tahun baru selama lima hari sebelum menghitung awal bulan pertama untuk mempertahankan siklus lunar.
Arabia pra-Islam tidak memiliki kalender standar, tetapi pada tahun 638 M, khalifah Islam kedua, Umar I, berusaha menyelesaikan kebingungan atas pengakuan berbagai kalender terhadap tanggal-tanggal penting dalam agama tersebut dengan menetapkan kalender lunar Islam. Dalam hal itu, tahun baru dimulai pada tanggal 1 Muharram (hari pertama bulan suci), saat bulan sabit pertama muncul.
Penghitungan dimulai pada tanggal 16 Juli 622 dalam kalender Julian untuk menghormati hari ketika Nabi Muhammad SAW bermigrasi dari Mekkah ke Madinah untuk mendirikan negara Islam pertama. Awal tahun 1446 dalam kalender Islam, yang juga dikenal sebagai kalender Hijriah dan hanya memiliki 354 atau 355 hari per tahun.
Sedangkan Roma Kuno memiliki cerita yang sangat berbeda. Kalender paling awal yang diketahui di sana, yang ditetapkan oleh raja pertama, Romulus, dimulai pada bulan Martius (yang kemudian menjadi bulan Maret), bertepatan dengan saat konsul baru jabatan terpilih tertinggi mengambil alih kekuasaan.
Namun, kalender tersebut hanya berjalan selama 304 hari atau 10 bulan, dengan periode musim dingin yang tidak ditentukan di antara tahun-tahun tersebut. Sekitar abad ke-7 SM, raja kedua Roma kuno, Numa Pompilius, bahkan menambahkan 50 hari ke dalam tahun kalender untuk mencakup periode musim dingin dan membagi tahun secara tidak merata menjadi 12 bulan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!