Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sejak Kapan 1 Januari Dirayakan sebagai Tahun Baru?

📅 Selasa, 31 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Dalam kalender ini ditambahkan Ianuarius atau Januari. Penambahan ini untuk menghormati dewa permulaan, Janus dan Februarius untuk merujuk pada festival pemurnian yang disebut februa selama bulan tersebut.

Pada tahun 153 SM, pelantikan konsul baru dipindahkan ke Ianuarius, meskipun hal ini tidak ditetapkan. Ini mungkin terdengar seperti kalender yang sudah dikenal, tetapi masih ada perbedaan utama dari apa yang digunakan sebagian besar dunia saat ini. 

Kalender Julian

Tahun kalender Romawi tampaknya berbasis Bulan, tetapi dengan siklus fase Bulan yang berlangsung selama 29,5 hari, kalender terkadang tidak sinkron sampai-sampai harus diperkenalkan bulan tambahan Mercedonius sesekali untuk kembali ke jalurnya.

Ketika Julius Caesar menjadi diktator Roma pada tahun 46 SM, ia meminta nasihat dari para astronom dan matematikawan Sosigenes untuk membuat kalender baru berdasarkan Matahari. Pada tahun 45 SM, kalender baru Julian dibuat dan tahun sipil di Roma sekarang secara resmi dimulai pada tanggal 1 Januari.

Kalender Julian juga memperkenalkan satu hari tambahan setiap empat tahun yang sekarang disebut tahun kabisat, seperti tahun 2024 ini tetapi melebih-lebihkan panjang tahun matahari sekitar 11 menit. Kalender Julian diadopsi di banyak bagian Eropa seiring dengan perluasan Kekaisaran Romawi, tetapi hari tahun barunya tidak berlaku di mana-mana.

Bagi sebagian besar orang Kristen Eropa abad pertengahan, Hari Natal, 25 Desember, menandai dimulainya tahun baru, sementara di beberapa negara lain jatuh pada tanggal 25 Maret, sebagai bagian dari Hari Raya Kabar Sukacita.

Namun, kesalahan 11 menit kalender Julian akan berdampak kumulatif selama bertahun-tahun: pada pertengahan abad ke-15, kalender tersebut keluar dari siklus Matahari selama 10 hari tambahan. Gereja Katolik menyadari ketidaksesuaian ini, dan pada tahun 1570-an Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender baru.

Kalender baru yang digunakan untuk mengatasi perbedaan tersebut dengan membuatnya sedemikian rupa sehingga tidak ada tahun ratusan (yaitu 1700) yang memperoleh hari kabisat tambahan kecuali tahun tersebut habis dibagi 400 (yaitu 2000).

Kalender yang kemudian disebut dengan Gregorian juga meresmikan tanggal 1 Januari sebagai awal setiap tahun baru. Setelah itu sebagian besar dunia mulai menerima kalender Gregorian, karena dinilai lebih akurat dibandingkan yang lain.

Namun, Inggris Raya dan koloni-koloninya di Amerika tidak segera mengadopsinya, menolak untuk mengakui otoritas Paus. Selama hampir 200 tahun, orang-orang Inggris menggunakan kedua kalender dan memberi tanggal pada dokumen sebanyak dua kali. Tapi ternyata  pada tahun 1752, kedua kalender tersebut berbeda 11 hari, dan parlemen di London akhirnya mengalah untuk meninggalkan kalender Julian.

Bahkan di banyak negara yang secara budaya lebih menonjolkan kalender Islam atau kalender lunar, sementara kalender Gregorian kini telah diadopsi secara luas sebagai kalender sipil berstandar internasional untuk pemerintahan dan bisnis.

Jadi, sejarah panjang tahun baru 1 Januari berkat kontribusi berbagai peradaban yang panjang. Dimulai dari peradaban pertama di dunia yaitu Mesopotamia hingga kekuasaan kaisar Roma Julius Caesar dan Paus Gregorius XIII.  hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.