Penabulu Shop, Platform Thrifting Untuk Bantu Pengentasan Kemiskinan
📅 Rabu, 18 Des 2024, 09:25 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: istimewa
JAKARTA- Yayasan Penabulu memperkenalkan inisiatif baru bernama Penabulu Shop dengan visi menggabungkan gaya hidup berkelanjutan dan upaya sosial. Inisiatif itu menjadi thrift shop berkelanjutan pertama di Indonesia yang memiliki misi sosial pengentasan kemiskinan yang masih dihadapi 25,9 juta rakyat Indonesia.
Dalam acara soft launching di Mula by Galeri Jakarta, Cilandak Town Square (CITOS), Penabulu Shop menekankan pentingnya kontribusi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberdayakan ekonomi komunitas.
Konsep itu terinspirasi oleh kesuksesan lebih dari 600 Oxfam Shop di Inggris yang telah membantu mengentaskan kemiskinan dengan memperkuat komunitas lokal dan mempromosikan keadilan sosial.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), RI, Budiman Sudjatmiko, yang hadir sebagai keynote speaker mengapresiasi platform inovatif belanja barang bekas berkelanjutan pertama yang berfokus pada dampak sosial untuk pengentasan kemiskinan.
Hal itu selaras dengan program Badan Percepatan Taskin yaitu Berdata, Berdana, dan Berdaya, yang memiliki tujuan menurunkan angka kemiskinan dari 9 persen menjadi 5 persen pada 2029.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penabulu Shop hadir secara online maupun offline, sehingga dapat menjangkau seluruh masyarakat luas yang ingin turut menjadi bagian dari misi sosial. Bagi yang memiliki banyak barang-barang layak pakai di rumah, seperti pakaian, sepatu, perhiasan, dan alat-alat elektronik, namun sudah tidak dipakai lagi, maka dapat mendonasikan barang-barang tersebut ke Penabulu untuk dijual di platform Penabulu Shop.
Seluruh hasil penjualan, akan disalurkan ke program-program pengentasan kemiskinan berdasarkan isu-isu strategis, seperti lingkungan dan perubahan iklim, pemberdayaan desa, kesehatan masyarakat, keadilan transformasi digital, serta kemitraan pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Direktur Program, Yayasan Penabulu, Esti Nuringdyah mengatakan Penabulu Shop memadukan gaya hidup berkelanjutan dengan misi sosial, menciptakan dampak yang bermakna bagi komunitas dan lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Business Advisor, Yayasan Penabulu Budi Santosa dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya membuka pintu untuk kebaikan dan keberlanjutan, mengubah barang-barang kesayangan yang tidak terpakai menjadi awal yang baru dan lebih bernilai.
“Bersama-sama,kita jadikan setiap donasi barang dan pembelian langkah menuju masa depan yang lebih cerah bagi mereka yang membutuhkan. Selamat datang di Penabulu Shop."
Dengan tren fashion pre-loved yang semakin diminati oleh generasi muda, khususnya Gen Z, Penabulu Shop hadir untuk memberikan pilihan gaya hidup yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga berdampak sosial,” kata Budi.
Menurut data dari McKinsey & Company (Agustus 2024), Gen Z menyukai gaya thrifting dan vintage, sejalan dengan panggilan hati mereka terhadap sirkular ekonomi. Thrifting mengalami pertumbuhan signifikan berkat pengaruh gerakan Gen Z untuk keberlanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, survei yang dilakukan Scottish Sun di Inggris yang dirilis bulan ini menyatakan bahwa empat dari sepuluh Gen Z memperkirakan setidaknya 75 persen dari pembelanjaan barang mereka akan berasal dari thrifting dalam tiga tahun mendatang.
Studi terhadap 4000 orang dewasa tersebut menyatakan mereka yang berada di usia 18-27 tahun berniat untuk memangkas pembelian barang baru menjadi 32 persen di dua tahun mendatang, dengan sekitar 31 persen dari barang yang saat ini mereka miliki merupakan preloved.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!