Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penabulu Shop, Platform Thrifting Untuk Bantu Pengentasan Kemiskinan

📅 Rabu, 18 Des 2024, 09:25 WIB | Oleh:

Hal itu semakin menguatkan komitmen Penabulu Shop, untuk menjadi bagian penting dari solusi keberlanjutan di Indonesia.

Acara peluncuran Penabulu Shop didukung oleh penggiat keberlanjutan, antara lain Suzy Hutomo, CEO The Body Shop, juga figur publik, yaitu musisi Mytha Lestari , pemain film Indah Permata Sari, dan penulis novel Fira Basuki.

Indah Permata Sari dalam kesempatan itu menyatakan manusia Thrifting Penabulu tidak hanya menjadi pilihan belanja ekonomis tetapi juga berkontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan. 

“Saya yang sejak lama sudah menikmati thrifting, semakin bersemangat dengan Penabulu Shop karena mengetahui hasil penjualannya untuk kebaikan,” kata Indah.

Sementara itu, Mytha Lestari mengatakan konsep thrifting di program itu, bukan hanya smart shopping tapi juga shopping and caring. “Dengan belanja barang preloved di sini, kita ikut menggunakan ulang barang fesyen (reuse), sekaligus membantu mereka yang kurang beruntung dan berada di garis bawah kemiskinan. Untuk itu, yuk mari kita menjadi bagian dari perubahan, apakah menjadi donatur barang-barang, maupun sebagai pembelinya, bisa juga keduanya. Style on, conscience strong,” kata Mytha.

Melihat tren gaya hidup saat ini, terutama di perkotaan, Digital & Social Media Advisor, Penabulu Shop Jeane Niode menyatakan dengan kekuatan digital dan media sosial, thrifting di Penabulu Shop bukan hanya sekedar tentang gaya hidup berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi mereka yang membutuhkan.

“Data dari Datareportal menyatakan bahwa di Indonesia, pengguna aktif media sosial adalah tertinggi di Youtube sebesar 139 juta, diikuti Facebook 119,9 juta, Tiktok 109,9 juta, dan Instagram 89,15 juta. Jika Penabulu dapat melibatkan target audience-nya di platform ini, tentu akan membawa dampak signifikan bagi performa Penabulu Shop dalam misi sosialnya,” kata Jeane. 

Pendekatan itu terbukti sukses di sekitar 600 Oxfam Shop yang berhasil membawa perubahan bagi kaum yang kurang beruntung, sehingga pihaknya percaya bahwa setiap pakaian preloved yang terjual adalah langkah kecil untuk mengurangi limbah dan mendukung pemberdayaan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan.

Banyak Ide

Pengamat Tren Komunikasi Berkelanjutan, Elvera N. Makki, menyampaikan, “Tren berbelanja pakaian preloved di negara-negara maju cenderung meningkat di sepanjang 2018-2023, yaitu di Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, dan Spanyol.

Survei dari Statista Consumer Insights ini dilakukan terhadap 2000-10.000 responden usia 18-64 tahun, dimana peningkatan tertinggi terjadi di Inggris sebesar 8 persen.Tak heran, Oxfam Shop di sana pun berhasil baik.”

Lebih lanjut Elvera mengatakan untuk mendorong masyarakat menyukai thrifting, banyak ide dan inisiatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hidup berbasis ramah lingkungan. 

Esensinya, setiap barang-barang yang kita miliki memiliki cerita dan memori khusus. Dengan thrift shop, cerita itu dapat berlanjut, karena tidak berhenti saat terbuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dimana dibutuhkan hingga 200 tahun untuk menguraitekstil di TPA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.