Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ciptakan Peluang Kerja untuk Atasi Kerentanan dan Eksploitasi WNI

📅 Selasa, 17 Des 2024, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ciptakan Peluang Kerja untuk Atasi Kerentanan dan Eksploitasi WNI Doc: istimewa
Ket. Adhi Cahya Fahadayna Pakar Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB), Malang - Kemiskinan sering kali menjadi faktor pendorong utama yang membuat individu rentan terhadap eksploitasi dan kejahatan.

JAKARTA– Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan bahwa jumlah kasus hukum yang menjerat warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja pada tahun ini mencapai 2.321 kasus. Dari jumlah tersebut, 77 persen di antaranya atau 1.761 kasus, terkait penipuan daring.

Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha, dalam jumpa pers di Jakarta, pada Senin (16/12),mengatakan ada tren peningkatan jumlah WNI yang atas keinginan sendiri bekerja di industri judi daring di luar negeri, khususnya Kamboja.

Sementara itu, pakar Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB), Malang, Adhi Cahya Fahadayna, mengatakan jumlah kasus hukum yang menimpa WNI di Kamboja mengindikasikan beberapa hal penting. Pertama, kejahatan transnasional antara Kamboja dan Indonesia tidak bisa dipisahkan dari kondisi kemiskinan yang ada karena kurangnya kesempatan bekerja.

“Kemiskinan sering kali menjadi faktor pendorong utama yang membuat individu rentan terhadap eksploitasi dan kejahatan,” kata Adhi.

Di Kamboja, banyak WNI yang terlibat dalam industri judi daring dan penipuan daring karena tawaran gaji yang menggiurkan, meskipun pekerjaan tersebut ilegal dan berisiko tinggi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kemiskinan dan kurangnya peluang kerja yang layak di negara asal menjadi faktor utama yang mendorong WNI untuk mencari pekerjaan di luar negeri, meskipun dengan risiko tinggi.

“Upaya untuk mengatasi kemiskinan dan menciptakan peluang kerja yang layak di negara asal juga harus menjadi prioritas untuk mengurangi kerentanan terhadap eksploitasi dan kejahatan,” katanya.

Belum Efektif

Lebih lanjut, dia mengatakan fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebijakan preventif internal untuk memastikan perlindungan WNI masih belum efektif.

“Ini mencerminkan bahwa upaya preventif dari pemerintah Indonesia perlu ditingkatkan, terutama dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada WNI yang bekerja di luar negeri,” katanya.

Asean juga sebagai institusi regional juga belum mampu menjadi mediator dan fasilitator yang efektif dalam mengatasi persoalan tindak kejahatan transnasional. Meskipun Asean memiliki berbagai mekanisme untuk kerja sama keamanan, seperti Asean Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC), implementasi di lapangan masih menghadapi banyak tantangan.

“Salah satu tantangan utama adalah kurangnya koordinasi dan kerja sama yang efektif antara negara-negara anggota dalam menangani kasus-kasus kejahatan transnasional, termasuk penipuan daring dan perdagangan orang,” katanya.

Selain itu, peningkatan drastis dalam jumlah kasus penipuan daring dan perdagangan orang di Asia Tenggara juga mencerminkan tantangan besar dalam penegakan hukum dan perlindungan korban. Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan dalam jumlah kasus, dengan negara-negara seperti Kamboja menjadi lokasi utama dari kejahatan itu.

“Aktivitas-aktivitas tersebut mulai dianggap normal dan bahkan menjadi sumber mata pencarian bagi sebagian masyarakat, yang menunjukkan adanya normalisasi kejahatan di tingkat masyarakat,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Olahraga
Bursa Transfer: Real Madrid...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.