Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memori Etnis Tionghoa Aceh: Bagian dari Sejarah, Didera Dilema Identitas

📅 Jumat, 13 Des 2024, 14:05 WIB | Oleh: Tim Penulis

Perubahan ini bukan tanpa tantangan. Meskipun syariat Islam tidak mengikat bagi nonmuslim, dampaknya tetap merembes ke kehidupan mereka. Hukum dan nilai-nilai Islam yang terpatri dalam masyarakat membentuk batas sosial dan politik, kerap membuat pengikut kepercayaan lain sebagai ‘orang luar’.

Nonmuslim memang masih bisa menyelenggarakan acara-acara budaya dan keagamaan di ruang-ruang privat, dengan izin dan perlindungan, seperti perayaan Natal dan upacara keagamaan Budha. Namun, mustahil bagi mereka untuk membangun gereja atau klenteng baru karena adanya peraturan yang ketat dan juga rasa curiga.

Keadaan ini membuat orang Tionghoa Aceh menegosiasikan kehadiran mereka secara individu dan kolektif. Asosiasi seperti Yayasan Hakka Banda Aceh, misalnya, berkolaborasi dengan negara dan aktor non-negara. Di lain pihak, penelitian saya menunjukkan bahwa individu-individu mempraktikkan bentuk-bentuk perlawanan yang lebih halus, dengan mempertahankan eksistensi budaya mereka melalui ekspresi identitas yang hening dan tidak mencolok.

Dalam perbincangan dengan orang Tionghoa Aceh untuk penelitian ini, saya mendapati bahwa mereka menyimpan keinginan untuk berkontribusi bagi masa depan Aceh. Sama seperti kita, mereka pun membayangkan sebuah tempat yang damai bagi keturunan mereka.

Masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan untuk mencapai perdamaian dan inklusivitas yang berkelanjutan, di Aceh maupun daerah lainnya. Mengatasi tantangan-tantangan ini membutuhkan upaya yang melampaui toleransi dan multikulturalisme dangkal untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan yang bermakna.

Tahun ini, Ci Mary mengucapkan selamat tinggal pada tempat asalnya. Namun, kenangannya tentang Aceh dan hubungan emosionalnya dengan Aceh dan masyarakatnya tidak akan pernah hilang.The Conversation

Chontida Auikool, PhD Candidate, Lund University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.