Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua Umum PPIT Minta Generasi Muda Adopsi Etos Kerja Masyarakat Tiongkok

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 01:40 WIB | Oleh:
Ketua Umum PPIT Minta Generasi Muda Adopsi Etos Kerja Masyarakat Tiongkok Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Diplomat senior dan Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Al Busyra Basnur (tengah) bersama penelis dan undangan berfoto usai Seminar Internasional bertajuk 'Revitalizing The Spirit of Bandung and Pancasila to Enhance Global People-to-People Cooperation' di satu hotel di Kota Bandung, Selasa (2/6).

BANDUNG - Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Al Busyra Basnur, menegaskan bahwa generasi muda Indonesia harus segera mengadopsi etos dan budaya kerja keras masyarakat Tiongkok di berbagai lini sektor, termasuk bidang penelitian, agar tidak terus-menerus menjadi pasar global bagi produk asing.

Mantan diplomat senior tersebut menyatakan, akselerasi kemajuan ekonomi yang dicapai Negeri Tirai Bambu dalam beberapa dekade terakhir tidak lepas dari tingginya disiplin dan daya saing sumber daya manusia (SDM) mereka di dunia kerja.

"Budaya kerja masyarakat di Tiongkok perlu kita pelajari. Mereka adalah pekerja keras yang tidak pernah membuang-buang waktu, dan disiplin waktunya sangat tinggi. Anak-anak muda kita daya kerjanya, daya saingnya, harus lebih ditingkatkan lagi," ujar Al Busyra saat diwawancarai di Bandung, Selasa.

Al Busyra, yang memiliki rekam jejak diplomatik hampir empat dekade di berbagai kawasan mulai dari Filipina, Italia, Amerika Serikat, hingga Afrika ini menilai, Indonesia sejatinya memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Potensi tersebut mencakup cadangan ekonomi berupa ketersediaan bahan baku (raw material), jejaring internasional, hingga kualitas pendidikan.

Namun, potensi besar itu belum optimal karena kalah bersaing dalam hal etos kerja.

Oleh karena itu, dia mengingatkan, jika pembenahan mentalitas kerja ini tidak segera dilakukan, maka dominasi ekonomi asing akan sulit dibendung.

"Indonesia potensinya sangat besar. Tetapi untuk kemajuan ekonomi nasional, kita perlu banyak melihat, belajar, dan memperkuat diri dengan mencontoh banyak negara di dunia, termasuk Tiongkok. Belajarlah dari mereka cara bekerja," katanya.

Lebih lanjut, Al Busyra menyoroti sektor pendidikan yang merefleksikan bagaimana bahasa dan keterampilan berwujud pada jaminan masa depan profesi. Saat ini, penguasaan bahasa Mandarin menjadi magnet profesi karena menjanjikan pendapatan premium di pasar tenaga kerja domestik.

"Saya mendapatkan informasi, tenaga kerja Indonesia yang bisa berbahasa Mandarin dan bekerja di perusahaan Tiongkok di Indonesia, gajinya jauh lebih besar daripada pegawai yang tidak bisa," kata Al Busyra.

Ketimpangan juga terlihat pada arus pertukaran pelajar. Saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Tiongkok telah menembus angka hampir 20.000 orang karena besarnya stimulus beasiswa dari pemerintah setempat.

Sebaliknya, jumlah mahasiswa Tiongkok yang belajar di Indonesia masih sangat minim.

Menyikapi realitas tersebut, Al Busyra menegaskan bahwa PPIT berkomitmen untuk terus menjembatani konektivitas antarmasyarakat (people-to-people connectivity), termasuk mendorong keseimbangan pemberian beasiswa bahasa bagi mahasiswa kedua negara.

"Jujur, Indonesia masih banyak yang harus dibenahi, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dari sisi pendidikan. Ini menjadi momentum bagi kita untuk merenung dan membenahi diri," kata Al Busyra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.