Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Ujung Tanduk, Pengadilan Banding AS Mengkuatkan Undang-undang yang Paksa Penjualan TikTok

📅 Sabtu, 07 Des 2024, 14:25 WIB | Oleh:

“Sudah saatnya kita melawan invasi informasi TikTok terhadap keluarga-keluarga Amerika.”

Pada bulan Mei, ByteDance, TikTok, dan sekelompok influencer media sosial menggugat untuk memblokir undang-undang tersebut. Mereka berpendapat bahwa undang-undang tersebut tidak konstitusional, secara tidak adil merugikan perusahaan media sosial tersebut, dan melanggar hak kebebasan berbicara jutaan penggunanya.

TikTok memiliki 170 juta pengguna di AS, kira-kira setengah dari populasi negara tersebut. Meskipun perusahaan induknya berpusat di Tiongkok, TikTok berpendapat bahwa perusahaan itu tidak berada di bawah pengaruh Tiongkok karena beroperasi secara terpisah dan memiliki kantor pusat di Singapura dan Los Angeles. Perusahaan itu mengatakan bahwa data penggunanya di AS ditangani oleh Oracle, sebuah perusahaan Amerika.

Beberapa organisasi hak sipil dan digital menentang larangan tersebut, termasuk American Civil Liberties Union, Electronic Frontier Foundation, dan Center for Democracy and Technology. Dalam surat kepada Kongres Maret lalu, mereka menulis bahwa undang-undang privasi akan lebih melindungi data masyarakat. Mereka mengatakan RUU pelarangan TikTok "adalah penyensoran - sesederhana itu".

Selama sidang lisan untuk kasus tersebut pada bulan September, panel tiga hakim di pengadilan banding mendengarkan argumen dari kedua belah pihak. Salah satu hakim, Sri Srinivasan, mengatakan bahwa ia khawatir TikTok dimiliki oleh entitas asing yang memiliki kemampuan untuk mengakses banyak sekali data warga negara AS.

"Jika itu organisasi asing, mereka tidak memiliki hak amandemen pertama untuk menolak regulasi kurasi mereka," katanya. Ia kemudian berpendapat bahwa penarikan ByteDance dari TikTok dapat menyelesaikan masalah ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    pakk,, tolong dijaga keamananya ya,, kami rakyat kecil ...
    Netizen cerdas tidak akan mudah terpengaruh isu pemecah ...
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
gaia musik festival
Ekonomi
PT KAI: Angkutan Batu Bara ...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Kembali Ter...
Otomotif
Supercar Lamborghini Temera...
Luar Negeri
Suriah Akhirnya Jatuhkan Hu...
Luar Negeri
Polandia Pulangkan Paksa 18...
Advertisement
gaia musik festival
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.