Studi: Stimulasi Otak dapat Membantu Orang dengan Cedera Sumsum Tulang Belakang untuk Berjalan
📅 Selasa, 03 Des 2024, 21:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
PARIS - Para ilmuwan pada hari Senin (2/12), mengatakan stimulasi elektrik pada area tertentu di otak dapat membantu orang dengan cedera sumsum tulang belakang berjalan lebih mudah, dan seorang pasien menjelaskan bagaimana teknik tersebut mampu mengatasi rasa takutnya terhadap tangga.
Dikutip dari The Straits Times, teknik baru ini ditujukan bagi orang-orang dengan cedera tulang belakang di mana hubungan antara otak dan sumsum tulang belakang belum terputus sepenuhnya, dan yang masih memiliki beberapa gerakan pada kaki mereka.
Wolfgang Jaeger, salah satu dari dua pasien yang ikut serta dalam uji coba awal, mengatakan hal itu langsung membuat perbedaan besar pada mobilitasnya.
"Sekarang ketika saya melihat tangga yang hanya memiliki beberapa anak tangga, saya tahu saya bisa mengatasinya sendiri," kata pria berusia 54 tahun itu dalam sebuah video yang dirilis bersamaan dengan sebuah studi baru di jurnal Nature Medicine.
Penelitian ini dilakukan oleh tim Swiss yang telah memelopori beberapa kemajuan terkini, termasuk penggunaan stimulasi listrik pada sumsum tulang belakang agar beberapa pasien lumpuh dapat berjalan kembali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kali ini, para peneliti ingin mengetahui wilayah otak mana yang paling bertanggung jawab bagi orang yang pulih dari cedera tulang belakang.
Merasa ingin berjalan
Dengan menggunakan teknik pencitraan 3D untuk memetakan aktivitas otak tikus dengan cedera ini, tim tersebut menciptakan apa yang mereka sebut “atlas seluruh otak”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka terkejut saat mengetahui wilayah otak yang mereka cari ada di hipotalamus lateral, yang dikenal sebagai pengatur gairah, makan, dan motivasi.
“Sekelompok neuron tertentu di wilayah ini tampaknya terlibat dalam pemulihan kemampuan berjalan setelah cedera tulang belakang," kata ahli saraf Gregoire Courtine di Ecole Polytechnique Federale de Lausanne, Swiss.
Selanjutnya, tim tersebut berusaha memperkuat sinyal dari neuron ini menggunakan prosedur yang disebut stimulasi otak dalam, yang umumnya digunakan untuk mengobati masalah pergerakan pada penderita penyakit Parkinson.
Prosedur ini melibatkan dokter bedah yang menanamkan elektroda di bagian otak, yang dihubungkan ke perangkat yang ditanamkan di dada pasien. Saat dinyalakan, perangkat tersebut mengirimkan denyut listrik ke otak.
Pertama, tim menguji teori mereka pada tikus dan mencit, dan menemukan bahwa teori tersebut “segera” memperbaiki kemampuan berjalan, kata penelitian tersebut.
Peserta manusia pertama dalam uji coba Swiss tahun 2022 adalah seorang wanita yang, seperti Jaeger, memiliki cedera tulang belakang yang tidak lengkap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!