Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produktivitas dan Kompetensi Tenaga Kerja Terus Ditingkatkan

📅 Selasa, 03 Des 2024, 17:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produktivitas dan Kompetensi Tenaga Kerja Terus Ditingkatkan Doc: ANTARA/Raisan Al Farisi
Ket. Pekerja membawa kue yang telag selesai di produksi di Pabrik J&C Cookies, Bojongkoneng, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (31/10/2024).

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja sebagai modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mencapai Indonesia Emas 2045.

“Kami ingin bagaimana kemudian tenaga kerja kita ini menjadi memiliki sebuah peran yang sangat substansial dalam pertumbuhan ekonomi bangsa ke depan. Peningkatan kompetensi tenaga kerja memang ini adalah menjadi proses business core kami,” kata Yassierli dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa.

Guna mendukung peningkatan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja Indonesia, Yassierli menuturkan pihaknya melakukan penguatan kurikulum, sertifikasi, vokasi, reskilling, dan upskilling yang lebih optimal.

“Kita akan mencoba membuatnya lebih efisien, lebih masif ke depan, dan kita akan fokus pada tenaga kerja tertentu sejalan dengan mega project program strategisnya dari Presiden,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga berfokus pada perluasan kesempatan kerja, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja. Hal tersebut menjadi perhatian bersama ke depan.

“Dan yang penting sebenarnya adalah daya saing. Inilah rencana kami tahun depan 2025 kita akan hidupkan kembali gerakan peningkatan produktivitas nasional. Jadi kita sudah punya Perpres, yang ini harus kita eksekusi mulai dari tingkat pusat sampai kepada tingkat daerah, norma ketenagakerjaan dan reformasi pengelolaan tenaga kerja” ujarnya.

Ia juga akan fokus pada pelatihan vokasi dan profesional untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja.

“Kita lihat struktur tenaga kerja Vietnam dengan kita itu mirip, tapi perbedaannya adalah they have about 10 percent vocational and professional training. Inilah yang menurut saya, kalau kemudian pertumbuhan produktivitas Vietnam bisa sampai 7 persen, kita sekarang 2,6 persen, maka kemudian mungkin salah satu yang memang harus dan bisa dan itu ada di depan mata adalah we got to focus on vocational and professional training,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.