Presiden: Indonesia Harus Bebas dari Impor Semua Komoditas Pangan
📅 Selasa, 03 Des 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: antara
JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia tidak lagi mengimpor beras pada tahun 2025. Optimisme Presiden itu karena melihat produksi pangan nasional yang terus meningkat.
Saat menyampaikan pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Sidang Kabinet, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12), Presiden berharap Indonesia ke depan tidak lagi mengimpor komoditas pangan.
“Semakin ke depan, kita akan tambah kuat di bidang ini (pangan). Kita nanti tidak hanya bebas dari impor beras, tapi kita harus bebas dari impor semua komoditas pangan,” kata Prabowo.
Kepala Negara pun menyampaikan terima kasih kepada tim Menko Pangan dan semua menteri yang berurusan dengan pangan. Dalam rapat terbatas terakhir beberapa hari yang lalu, Kepala Negara mengaku mendapat paparan yang sangat menggembirakan.
“Produksi pangan kita naik, cadangan pangan kita mungkin terbesar selama beberapa tahun ini. Yang ada di gudang kita, saya kira mendekati dua juta ton,” kata Prabowo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Negara pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran pembantu-pembantunya serta jajaran kementerian/lembaga yang telah bekerja keras menaikkan cadangan pangan.
Prabowo juga mengapresiasi dukungan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, sebelumnya, sehingga pemerintahan saat ini mampu mengatasi tantangan tahun ini yang tidak ringan, seperti El Nino sekaligus La Nina.
“Musim kering, tapi kita mampu mengatasi, mampu menghadapi di tengah suasana geopolitik yang tidak ringan. Masalah geopolitik berpengaruh dengan masalah pangan,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apalagi saat terjadi ketegangan dan krisis, negara-negara yang biasanya ekspor pangan akan menghentikan ekspornya.

Harapan Petani
Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, berharap pernyataan Prabowo untuk setop impor beras bisa diwujudkan, karena itu merupakan harapan para petani.
Pernyataan itu memang berkaitan dengan komitmen swasembada pangan. Qomar menegaskan impor beras yang “gila-gilaan” dalam dua tahun terakhir membuat hasil produksi petani sulit bersaing di pasaran.
“Semangat swasembada beras selaras dengan harapan petani, karena impor beras selama ini memang menekan harga gabah di petani, bahkan sampai merugikan petani,”tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!