‘Sincaraz’ Kian Mendominasi, Namun Presiden ITF Yakin Gelombang Penantang Baru Segera Muncul
📅 Selasa, 25 Nov 2025, 07:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LONDON – Dominasi Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner terus mendefinisikan peta persaingan tenis putra dunia. Dua petenis muda usia awal 20-an itu kembali membagi gelar Grand Slam musim ini dan saling berhadapan di enam final sepanjang tahun, menegaskan era baru setelah masa kejayaan Roger Federer, Rafael Nadal, dan Andy Murray.
Meski Novak Djokovic yang kini berusia 38 tahun masih menjadi ancaman besar sebagai satu-satunya anggota “Big Four” yang tetap aktif, rivalitas ‘Sincaraz’ telah menjadi pusat gravitasi baru dalam olahraga ini. Namun menurut CEO International Tennis Federation (ITF), Ross Hutchins, dominasi tersebut tidak akan berlangsung tanpa tantangan.
“Ini sangat menarik, bukan?” kata Hutchins. “Setiap kali para legenda memutuskan pensiun, selalu muncul dua, empat, enam, bahkan delapan pemain baru yang mengangkat level permainan ke dimensi berikutnya.”
Hutchins menilai Alcaraz dan Sinner saling memaksa satu sama lain berkembang. “Servis mereka membaik, forehand mereka membaik, gerakan dan mentalitas juga meningkat. Mereka terus membawa tenis ke level yang lebih tinggi dan memikat dunia setiap kali bertanding,” ujarnya.
Meski Alcaraz dan Sinner kini mengoleksi total 10 gelar Grand Slam, Hutchins menilai ada banyak talenta muda yang siap mengganggu dominasi tersebut. Ia menyoroti perkembangan pesat Joao Fonseca, petenis Brasil berusia 19 tahun yang baru meraih gelar keduanya di level tur setelah menjuarai Basel dan kini menembus peringkat 25 dunia, melonjak dari posisi 145 di awal tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nama lain yang disebutnya adalah remaja Amerika, Learner Tien, yang memenangi gelar ATP pertamanya di Metz, serta petenis Ceko berusia 20 tahun, Jakub Mensik. Mensik mencuri perhatian besar pada Maret lalu ketika menumbangkan mentornya, Novak Djokovic, pemilik 24 gelar Grand Slam, untuk menjuarai Miami Open.
“Alcaraz dan Sinner memang menciptakan jarak lewat kesuksesan mereka, tetapi pemain-pemain seperti Fonseca sudah mulai menekan,” kata Hutchins. “Dalam sejarah, selalu ada pemain yang muncul menyusul generasi sebelumnya, seperti Murray dan Djokovic yang naik saat Nadal dan Federer mencapai puncak.”
Hutchins menegaskan bahwa perubahan cepat selalu menjadi bagian dari tenis. “Kita tidak bisa memprediksi tahun depan, tetapi dua pemain itu sedang dalam performa luar biasa. Menyaksikan mereka sepanjang tahun ini benar-benar memukau.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!