Riset Ungkap Alat Kontrasepsi IUD Berisiko Picu Kanker Payudara, Adakah Alternatif untuk Laki-laki?
📅 Minggu, 01 Des 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis2. Vasektomi beda dengan kebiri
Vasektomi bukan proses kebiri. Prosedur vasektomi hanya menutup saluran sperma di sisi kiri dan kanan sehingga cairan mani tidak lagi mengandung sperma saat dikeluarkan. Buah zakar (testis) pun tetap bisa memproduksi hormon testosteron yang membangkitkan gairah seksual.
Prosedur tersebut berbeda dengan kebiri bedah yang mengangkat kedua buah zakar sehingga mengurangi gairah seks.
3. Tidak mengurangi gairah seksual
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah penelitian mengonfirmasi hal tersebut dengan menunjukkan bahwa laki-laki yang telah divasektomi berpeluang 81% melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, dibandingkan dengan laki-laki yang tidak divasektomi.
Laki-laki yang divasektomi bisa berhubungan seks setidaknya sekali seminggu.
4. Tidak membuat impoten
Sebaiknya Anda baca juga:
Vasektomi tidak menyebabkan laki-laki impoten. Soalnya, vasektomi hanya dilakukan di sekitar buah zakar–jauh dari saraf dan pembuluh darah di batang penis yang berperan dalam proses ereksi.
5. Tidak menyebabkan kanker
Penelitian menemukan bahwa praktik vasektomi tidak ada hubungannya dengan kanker prostat.
Studi lain mengungkapkan bahwa laki-laki yang vasektomi bahkan cenderung berusia panjang, lebih sehat, dan punya status kesehatan lebih baik di masa tua.
Butuh dukungan semua pihak
Diperlukan keterlibatan semua pihak dalam mempromosikan manfaat vasektomi sebagai kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) perlu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan petugas medis untuk mensosialisasikan tindakan vasektomi tanpa pisau bedah yang minim efek samping kepada masyarakat luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!