Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pj. Gubernur Adhy Jamin Status Kesehatan Hewan Ternak di Jatim

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 13:59 WIB | Oleh:

Untuk menangkap peluang tersebut, lanjutnya, dibutuhkan pendampingan aktif kepada peternak. Beberapa cara dapat dilakukan, yakni meningkatkan produkstivitas ternak, pengendalian Penyakit Hewan Strategis, mengembangkan kemitraan dan membangun kelembagaan profesional (Korporasi), meningkatkan nilai tambah. 

Selain itu, fasilitasi perbankan dengan bunga rendah, memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk, pengelolaan lingkungan, meningkatkan sumber daya lokal dan investasi bidang peternakan.

Sementara itu, Kepala Disnak Jatim, Indyah Aryani, mengatakan, pihaknya akan terus evaluasi pengendalian penyakit PMK melalui vaksinasi, kinerja peningkatan populasi sapi melalui Inseminasi Buatan (IB) tahun 2024-2025 serta penyiapan Rumah Potong Hewan (RPH) agar memiliki sertifikat halal bagi pelaku UMKM. 

"Bersama-sama mencari formula bagaimana langkah teknis dan operasional yang harus dilakukan ke depan," ungkapnya. 

Terkait kemunculan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), Indyah menegaskantelah terkendali dan sudah mengalokasikan vaksin ke beberapa Kabupaten / Kota. Namun masih membutuhkan pasokan lagi.

“Sudah terkendali penyakit baru ini dan terbanyak ada di Tuban tetapi kita butuh sharing anggaran dengan Kabupaten / Kota,” katanya. 

Dijelaskan Indyah, ciri-ciri penyakit LSD seperti cacar. Penyebaran melalui hewan menyerupai serangga. Harus dilakukan pembersihan utamanya tumpukan kotoran yang ada di belakang kandang. 

“Biasanya itu sumber dari hewan yang menyerupai serangga. Bisa menularkan dari satu ternak ke ternak yang lain,” tuturnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.