Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jamieson Greer Jadi Perwakilan Dagang AS untuk Melawan Tiongkok

📅 Kamis, 28 Nov 2024, 01:10 WIB | Oleh:
Jamieson Greer Jadi Perwakilan Dagang AS untuk Melawan Tiongkok Doc: Foto / USTR, X
Ket. Jamieson Greer saat menjabat kepala staf Perwakilan Dagang AS pada 2017. Trump memutuskan memilih Greer sebagai perwakilan dagang AS yang baru.

WASHINGTON – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (26/11), memutuskan untuk memilih pengacara perdagangan Jamieson Greer sebagai perwakilan dagang AS yang baru, seorang veteran kunci dari perang dagang periode pertamanya melawan Tiongkok, yang disiapkan untuk melaksanakan agenda peningkatan tarif impor besar-besaran yang diperkirakan akan mengganggu perdagangan global.

"Jamieson akan memfokuskan Kantor Perwakilan Dagang AS untuk mengendalikan Defisit Perdagangan yang besar di negara tersebut, mempertahankan manufaktur, pertanian, dan jasa Amerika, serta membuka pasar ekspor di mana-mana," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari The Straits Times, Greer, 44 tahun, menjabat sebagai kepala staf mantan Perwakilan Dagang AS atau USTR (US Trade Representative) era Trump, Robert Lighthizer, arsitek tarif awal Trump atas impor Tiongkok senilai sekitar 370 miliar dollar AS dan renegosiasi perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara dengan Kanada dan Meksiko.

Dalam peran ini, Greer berpartisipasi bersama Lighthizer dalam semua negosiasi dengan pejabat Tiongkok melalui penandatanganan perjanjian perdagangan Fase 1 dengan Beijing pada bulan Januari 2020.

Berdasarkan perjanjian itu, Tiongkok berjanji untuk membeli barang-barang AS senilai sekitar 200 miliar dollar AS selama dua tahun, sebuah target yang tidak pernah tercapai, sebagian karena pandemi Covid-19.

Greer, yang sebelumnya bekerja dengan Lighthizer di firma hukum Skadden, Arps, Slate, Meagher & Flom, pada kasus penyelesaian perdagangan baja, meninggalkan USTR pada bulan Mei 2020 untuk bergabung dengan firma hukum King & Spalding di Washington DC.

Keamanan Investasi

Di sana, ia telah mewakili klien termasuk produsen dalam negeri dalam kasus penyelesaian perdagangan, kepatuhan ekspor dan impor, serta masalah keamanan investasi.

Trump memulai lebih awal rencana tarif spesifiknya, dengan berjanji pada 25 November untuk mengenakan bea sebesar 25 persen pada impor dari Meksiko dan Kanada dan 10 persen pada barang-barang Tiongkok, kecuali mereka menghentikan aliran opioid fentanil yang mematikan dan migran ilegal ke AS.

Ancaman tersebut telah memicu peringatan akan adanya pembalasan. Ancaman itu muncul setelah Trump bersumpah untuk mengenakan tarif sebesar 60 persen pada impor Tiongkok dan 10 persen hingga 20 persen pada semua barang dari tempat lain.

Pandangan Greer tentang Tiongkok selaras erat dengan Trump dan Lighthizer, serta tentang perlunya tindakan tegas terhadap Tiongkok untuk melawan upaya negaranya untuk mendominasi industri global dan melindungi pekerjaan dan industri AS.

Dalam kesaksiannya di hadapan Komisi Peninjauan Ekonomi dan Keamanan AS-Tiongkok pada bulan Mei, Greer mendukung “peningkatan penggunaan tarif” untuk menyamakan persaingan dagang antara AS dan Tiongkok, bersama dengan kontrol ekspor yang lebih kuat untuk melindungi teknologi AS yang sensitif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
 ​AFPI dan PWI Jajaki Kol...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp65.000/...
Olahraga
Sabalenka Melenggang ke Per...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.