Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Foxconn Prediksi Pertumbuhan Bisnis Server AI yang Kuat di 2024

📅 Minggu, 24 Nov 2024, 14:57 WIB | Oleh:
Foxconn Prediksi Pertumbuhan Bisnis Server AI yang Kuat di 2024 Doc: dreamstime
Ket. Foxconn

Jakarta, 17 November 2024 – Foxconn, perusahaan manufaktur elektronik terbesar di dunia yang berbasis di Taiwan, memproyeksikan pertumbuhan signifikan dalam bisnis server kecerdasan buatan (AI) tahun depan. Sejalan dengan peningkatan permintaan ini, Foxconn berencana meningkatkan investasinya di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Meksiko, dan Vietnam, sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Ketegangan perdagangan global semakin meningkat setelah terpilihnya Presiden Amerika Serikat yang baru, Donald Trump, yang mengancam akan mengenakan tarif 10 persen pada semua impor ke Amerika dan bea cukai sebesar 60 persen pada produk buatan Tiongkok. 

Dilansir dari Reuters, kebijakan ini berpotensi memengaruhi Foxconn, terutama karena pabrik utamanya di Zhengzhou, Tiongkok, merupakan pusat perakitan iPhone yang sangat penting, dan klien utamanya adalah Apple. Untuk mengantisipasi potensi dampak kebijakan tersebut, Foxconn telah mempercepat diversifikasi rantai pasoknya dengan memperluas produksi di India serta negara-negara lain.

Ketua Foxconn, Young Liu, dalam konferensi pers setelah pengumuman hasil kuartalan, mengatakan bahwa ketidakpastian kebijakan pemerintahan AS yang baru membuat pihaknya akan terus memantau perkembangan. Liu menyebutkan bahwa penjualan di pabrik-pabrik Foxconn di Wisconsin dan Texas menunjukkan pertumbuhan yang stabil, didorong oleh tingginya permintaan server AI. Prospek operasi di AS pun dinilai sangat positif.

Foxconn, yang juga menjadi pemasok utama Nvidia, mempertahankan panduan penjualannya untuk tahun 2024 dengan proyeksi pertumbuhan signifikan. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penjualan server AI yang membantu Foxconn menghadapi penurunan permintaan pada produk elektronik konsumen akibat faktor geopolitik dan makroekonomi. Perusahaan memperkirakan bahwa server AI akan menyumbang 50 persen dari total pendapatan servernya pada tahun depan.

Mengutip CEO Nvidia, Jensen Huang, Liu mengungkapkan bahwa permintaan untuk server seri GB dari Nvidia sangat tinggi. Pengiriman untuk produk ini diperkirakan akan meningkat setiap kuartal sepanjang tahun depan karena Foxconn telah meningkatkan kapasitas produksinya.

Foxconn optimis akan mengambil setidaknya 40 persen pangsa pasar server AI global. Liu juga menyebut bahwa bisnis cloud dan jaringan, termasuk server, akan menjadi produk utama Foxconn di samping smartphone. 

Untuk mendukung pertumbuhan ini, Foxconn saat ini sedang membangun fasilitas manufaktur terbesar di dunia di Meksiko yang akan digunakan untuk merakit superchip Nvidia GB200, komponen kunci untuk platform komputasi generasi berikutnya dari Nvidia.

Penjualan bulan Oktober mencatat rekor tertinggi untuk bulan tersebut, dan Foxconn memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang kuat pada kuartal keempat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, perusahaan tidak memberikan panduan angka spesifik. Dalam upaya diversifikasi lebih lanjut, Foxconn juga terjun ke bisnis manufaktur kendaraan listrik (EV). Namun, target mereka untuk meraih 5 persen pangsa pasar global EV pada 2025 ditunda karena permintaan yang melambat di industri tersebut. 

Liu menyatakan bahwa Foxconn saat ini sedang berupaya menyelesaikan kemitraan EV dengan dua produsen otomotif Jepang dan optimis dapat memperoleh pesanan dari produsen mobil tradisional dalam waktu dekat.

Laba bersih Foxconn untuk periode Juli-September tercatat dengan penjualan meningkat 20% ke rekor tertinggi, didorong oleh kuatnya penjualan server AI. Ini menandai pertumbuhan laba selama lima kuartal berturut-turut.

Saham Foxconn mengalami kenaikan dua kali lipat sepanjang tahun 2024, melampaui kenaikan indeks pasar yang lebih luas sebesar 28 persen. Peningkatan ini didukung oleh prospek perusahaan yang optimis di sektor AI, meskipun pada Kamis sahamnya turun 1,4 persen menjelang rilis laporan keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

25 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.