Degrowth, Melawan Industrialisasi dan Konsumsi Berlebihan Demi Masa Depan yang Berkelanjutan
📅 Sabtu, 23 Nov 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim PenulisPekerja fesyen di Indonesia tercatat menjadi korban praktik tidak adil dari perusahaan-perusahaan global.
Lalu bagaimana dengan industri fesyen yang dimiliki dan dijalankan oleh anak negeri sendiri? Kajian mengenai fesyen berkelanjutan di Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun.
Beberapa studi menunjukkan bahwa Indonesia setidaknya juga punya dua masalah besar yaitu fesyen cepat dan praktik perburuhan yang cenderung eksploitatif.
Sudah ada inisiatif komunitas untuk memperkenalkan praktik-praktik seperti pasar barang seken. Namun, ini tentunya tidak dapat dijadikan sandaran untuk menanggulangi dampak dari konsumsi fesyen yang sangat tinggi secara nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, untuk isu buruh, khususnya perlindungan untuk pekerja fesyen, kini mulai bermunculan berbagai merek fesyen lokal yang menjanjikan praktik perburuhan yang berkelanjutan.
Persoalan ini tentu membutuhkan keseriusan banyak pihak termasuk institusi pendidikan. Sekolah bisnis, misalnya, berperan untuk tidak lagi menormalisasi gagasan tentang pertumbuhan tanpa batas dengan, misalnya, mengajarkan mahasiswa bagaimana mendominasi pasar dan mengeksploitasi hasrat manusia.
Kesimpulan dan Saran
Sebaiknya Anda baca juga:
Prinsip Less is more (sedikit itu lebih baik) dalam degrowth menekankan bahwa mengurangi konsumsi berlebihan berkontribusi positif bagi kesejahteraan manusia dan kesehatan lingkungan. Dalam kasus minuman berpemanis dalam kemasan dan fast fashion, perilaku konsumsi yang tidak terkontrol menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan.
Konsumsi gula yang tinggi, misalnya, meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, sedangkan fast fashion menghasilkan limbah tekstil yang merusak ekosistem. Dengan mengurangi konsumsi produk yang berlebihan dan memilih yang lebih sehat serta ramah lingkungan, kita bisa memperbaiki keseimbangan hidup.
Bagi konsumen, adopsi konsumsi bertanggung jawab dapat dilakukan dengan memperhatikan produk yang dibeli serta mengurangi ketergantungan pada produk yang berpotensi merugikan.
Menghindari minuman manis dan beralih pada minuman sehat serta membeli pakaian yang berkualitas tinggi, tahan lama, dan diproduksi secara etis adalah beberapa langkah yang bisa kita ambil.
Pilihan ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup tetapi juga membantu menekan dampak negatif pada lingkungan.
Pemerintah juga dapat mendukung konsumsi berkelanjutan melalui kebijakan cukai gula untuk minuman berpemanis serta regulasi terhadap produksi fesyen cepat. Selain itu, pelabelan dampak kesehatan dan lingkungan pada produk akan membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurangi konsumsi yang tidak perlu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!