Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indef Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen pada 2025

📅 Jumat, 22 Nov 2024, 01:30 WIB | Oleh:
Indef Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen pada 2025 Doc: istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti

JAKARTA – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 sebesar 5 persen. Proyeksi ini didasarkan pada sejumlah data di dalam negeri maupun kondisi global.

“Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sebesar 5 persen,” kata Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, dalam Seminar Nasional Proyeksi Ekonomi Indonesia 2025, di Jakarta, Kamis (21/11).

Seperti dikutip dari Antara, Esther mengatakan prediksi itu mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, indikasi pelemahan daya beli masyarakat. Hal itu tecermin pada kinerja konsumsi rumah tangga sebesar 4,92 persen pada semester I-2024 serta volume penjualan kebutuhan pokok di e-commerce yang sempat melemah.

Kemudian, tambah Esther, kebijakan moneter yang ketat selama tahun 2024 serta gejolak perekonomian global yang mempengaruhi ekonomi domestik. Industri manufaktur pun menunjukkan pelemahan.

Esther mengatakan hal itu turut berdampak pada tantangan kebijakan fiskal.Kebergantungan terhadap penerimaan pajak dengan rasio pajak yang terbilang rendah serta beban utang tahun depan membatasi ruang gerak pemerintah dalam pengelolaan fiskal.

Sementara lonjakan harga komoditas unggulan yang pernah menjadi andalan penerimaan negara kini tak lagi terjadi. Esther pun menilai pemerintah masih menghadapi tantangan distribusi subsidi energi.

Pacu Sektor Riil

Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun depan, Esther merekomendasikan pemerintah untuk mengoreksi kebijakan, salah satunya dengan mendorong stimulus pada sektor riil, terutama sektor industri. Pemerintah juga perlu mendorong penyaluran kredit bank guna memacu sektor riil.

Terkait energi, Esther menyarankan pemerintah untuk mengevaluasi mekanisme subsidi agar lebih terarah (targeted) sehingga subsidi tepat sasaran.

Selain pertumbuhan ekonomi, tambah Esther, Indef memprediksi inflasi tahun depan berada pada level 2,8 persen, kurs 16.100 rupiah per dollar AS, tingkat pengangguran terbuka 4,75 persen, dan tingkat kemiskinan 8,8 persen.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto, merekomendasikan sejumlah strategi dari jangka pendek, tahunan hingga jangka menengah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.