Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RSIA Bunda Jakarta Perkuat Layanan Perawatan Bayi Prematur

📅 Rabu, 20 Nov 2024, 20:18 WIB | Oleh:
RSIA Bunda Jakarta Perkuat Layanan Perawatan Bayi Prematur Doc: istimewa
Ket. Pada narasumber berfoto usai diskusi menyambut World Prematurity Day di di RSIA Bunda Jakarta pada hari Rabu (20/11). RSIA Bunda Jakarta juga didukung dengan Layanan Tumbuh Kembang Anak menawarkan layanan komprehensif untuk bayi prematur. 

JAKARTA - Indonesia saat ini menduduki peringkat kelima tertinggi di dunia untuk persalinan bayi prematur. Angkanya mencapai 657.700 kasus per tahun dari sekitar 4,5 juta kelahiran bayi tiap tahun di negeri ini.

“Berkaca pada kondisi tersebut, RSIA Bunda Jakarta sebagai pusat rujukan nasional untuk ibu dan anak, terus memperkuat layanan kesehatan yang memberi perawatan komprehensif dan holistik untuk bayi prematur,” kata Hospital Director RSIA Bunda Jakarta, dr. Imelda Rachmawati, MARS, FISQua, melalui siaran pers pada hari Rabu (20/11).

Selain itu, bertepatan dengan World Prematurity Day (Hari Prematuritas Sedunia) yang diperingati setiap 17 November, RSIA Bunda Jakarta juga melakukan edukasi terkait pentingnya penanganan yang tepat untuk bayi prematur hingga pemantauan tumbuh kembangnya ke depan.

Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, dr. I.G.A.N. Partiwi, Sp.A, MARS atau yang akrab disapa dr. Tiwi mengatakan, bayi prematur sering kali memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dan memerlukan penanganan medis yang lebih intensif dan terarah. Keberhasilan perawatan bayi prematur sangat bergantung pada intervensi medis yang tepat waktu, termasuk pemantauan fungsi organ vital dan pertumbuhan fisik yang berkelanjutan.

“Setiap tahap dalam perkembangan bayi prematur, dari perawatan di NICU hingga pemantauan tumbuh kembang, harus dilakukan dengan pendekatan medis yang cermat dan multidisipliner untuk memastikan mereka dapat tumbuh dengan optimal dan mengurangi potensi gangguan jangka panjang," paparnya.

Untuk memberi perawatan kesehatan terbaik bagi bayi prematur, RSIA Bunda Jakarta memiliki Neonatology Intensive Care Unit (NICU). Alat ini dirancang khusus untuk merawat bayi prematur dengan kebutuhan medis kompleks.

Salah satu fasilitas utama di NICU RSIA Bunda Jakarta adalah Family Integrated Care for Premature Babies (FICare) yang memberi perawatan berbasis keluarga. Cara ini memungkinkan orang tua untuk terlibat langsung dalam proses perawatan dan pemulihan bayi secara lebih efektif.

“Bayi-bayi yang lahir prematur, sebagian besar masuk ke NICU. Mereka terpisah dari orangtua dalam hal ini ibu, yang seharusnya sejak awal merawat bayi dan memberi ASI secara langsung. Program FICare di RSIA Bunda dikembangkan untuk menjembatani hal tersebut. Orangtua dapat ikut merawat bayi mereka yang ada di NICU, dengan panduan tenaga medis. Sehingga hal-hal dasar yang dibutuhkan bayi untuk bertahan, dan bertumbuh tetap didapatkannya,” pungkas dr. Tiwi.

Membangun Kesadaran

Bertepatan dengan World Prematurity Day (Hari Prematuritas Sedunia) yang diperingati setiap 17 November, RSIA Bunda Jakarta juga menyelenggarakan serangkaian edukasi yang bertujuan menekankan pentingnya penanganan yang tepat untuk bayi prematur hingga pemantauan tumbuh kembangnya ke depan. Acara ini juga menjadi wujud nyata dedikasi RSIA Bunda Jakarta dalam memberi dukungan kepada keluarga yang berjuang menghadapi tantangan prematuritas.

Rangkaian acara ini menghadirkan sejumlah dokter spesialis anak RSIA Bunda Jakarta yang ahli di bidangnya serta memiliki pengalaman mumpuni dalam perawatan bayi prematur. Salah satu rangkaian acara ini juga diselenggarakan dalam bentuk diskusi bersama para jurnalis.

Diskusi menghadirkan jajaran dokter spesialis anak RSIA Bunda Jakarta termasuk Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), yang menguraikan tahapan tumbuh kembang bayi prematur dan bagaimana menghadapinya agar perkembangan anak optimal; Dr. dr. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A, Subsp. Neo., yang menguraikan tentang sistem pernapasan bayi prematur yang belum sempurna, yang menyebabkan kesulitan menyusu pada awal kelahirannya,

Narasumber lainnya adalah  Dr. dr. Luh K. Wahyuni, Sp.KFR, Subsp. Ped., yang menjelaskan perkembangan oromotor bayi prematur dan pentingnya peran mulut sebagai organ penghubung dengan lingkungan; Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K), yang mengupas tentang kondisi sistem pencernaan bayi prematur dan kemungkinan alergi yang dapat terjadi.

Dr. Achmad Rafli, Sp.A (K), yang menjelaskan tentang kondisi neurologi bayi prematur dan cara mendukung perkembangan otak mereka. Melalui edukasi ini, para orang tua diharapkan dapat memahami lebih baik tentang tantangan yang dihadapi bayi prematur serta cara penanganan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Mayoritas Warga Jerman-Pran...
Luar Negeri
Sepi Penerus, Jepang Revisi...
Peternak Menjerit Harga Telur Anjlok, Desak Solusi Cepat dan Aturan Baru Pemerintah

Peternak Menjerit Harga Telur Anjlok, Desak Solusi Cepat dan Aturan Baru Pemerintah

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.