Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Hunian Sementara Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Dipercepat

📅 Rabu, 20 Nov 2024, 18:49 WIB | Oleh:
Pembangunan Hunian Sementara Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Dipercepat Doc: Muhamad Marup
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno (kiri) dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (kanan) usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, di Jakarta, Rabu (20/11).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan, pemerintah akan mempercepat pembangunan hunian sementara bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Hal ini dalam rangka pelayanan lebih baik kepada para korban serta mencegah dampak buruk dari musim hujan.

"Dibutuhkan untuk segera membuat hunian sementara. Hunian sementara ini dilakukan karena kita sebentar lagi akan menghadapi risiko musim hujan," usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, di Jakarta, Rabu (20/11).

Dia menerangkan, pemerintah juga akan melakukan relokasi mandiri dan renovasi rumah para korban. Untuk hunian tetap, pemerintah sudah mengidentifikasi lokasi yang sesuai serta mendalami proses administrasinya.

"Jadi sekali lagi, renovasi rumah, relokasi mandiri, pembangunan hunian sementara, pembangunan hunian tetap akan dilakukan secara bersamaan," jelasnya.

Pratikno mengungkapkan, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih  berlangsung, tapi tidak ada gejala peningkatan aktivitas. Radius untuk daerah keamanan juga sudah dikurangi dan layanan pengungsian tetap dijaga semaksimal mungkin.

Dia melanjutkan, jumlah pengungsi yang terpusat sudah mengalami penurunan dengan total pengungsi sekitar 5.117 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi mandiri lebih banyak.

"Mereka bergabung ke sanak keluarga di sekitar situ. Pengungsi mandiri lebih banyak, yaitu jumlahnya lebih dari 6.417 jiwa," katanya.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan, pihaknya butuh waktu sekitar 5,5 bulan untuk membangun sekitar 2.700 rumah. Dalam prosesnya pihaknya akan melibatkan para warga dan UMKM.

"Kita juga siap untuk membuatnya di situ. Sehingga nanti bisa membuat pekerjaan-pekerjaan bagi masyarakat yang ada di situ juga," tuturnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyebut, sebanyak 2.209 kepala keluarga harus direlokasi baik terpusat maupun mandiri. Pihaknya terus melakukan pendataan termasuk mendata kesiapan pembangunan hunian.

"Yang relokasi mandiri ini tidak banyak, dari 776 KK yang ditanya, masing-masing KK, kira-kira 10 persen yang minta relokasi mandiri, yang lainnya mau relokasi terpusat, seperti itu," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

35 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.