Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN EPI Kembangkan Gasifikasi Biomassa: Karimun Jadi Pilot Project Dedieselisasi Nasional

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PLN EPI Kembangkan Gasifikasi Biomassa: Karimun Jadi Pilot Project Dedieselisasi Nasional Doc: istimewa
Ket. Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir dan Tim saat melakukan kunjungan ke Pusat Listrik Bahan Bakar Synthetic Gas Hybrid Solar Cell milik Karimun Power Plant (KPP) beberapa waktu lalu

JAKARTA — PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan gasifikasi biomassa sebagai solusi percepatan program dedieselisasi, terutama di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik interkoneksi.

 Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN EPI dan PT Karimun Power Plant (KPP) untuk pengembangan bisnis syngas gasifikasi berbasis biomassa, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan pencapaian target net zero emission (NZE) 2060 pada Senin (6/4) di Jakarta.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan pemanfaatan biomassa tidak lagi sekadar alternatif, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton, namun baru dimanfaatkan sekitar 20 juta ton. Artinya, masih ada peluang besar yang bisa dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Hokkop.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan biomassa tidak hanya difokuskan pada co-firing di PLTU, tetapi bisa dikembangkan jalur baru melalui syngas berbasis gasifikasi biomassa yang lebih fleksibel digunakan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun sistem isolated.

“Gasifikasi biomassa ini menjadi solusi konkret untuk daerah isolated yang masih bergantung pada solar. Dengan pendekatan ini, kita bisa menekan biaya energi sekaligus mengurangi emisi,” tambahnya.

Menurut Hokkop, keterbatasan desain PLTU dan kesiapan infrastruktur menjadi tantangan dalam penyerapan biomassa melalui cofiring, sehingga diversifikasi pemanfaatan menjadi langkah strategis.

“Karena itu kita membuka branch baru melalui gasifikasi biomassa. Ini bukan hanya opsi teknis, tapi juga solusi bisnis yang lebih adaptif untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah terpencil ,” tegasnya. 

Sebagai tahap awal, PLN EPI menggandeng PT KPP untuk mengembangkan proyek percontohan di Karimun. Saat ini, fasilitas tersebut telah memiliki kapasitas biomassa sebesar 1 Megawatt (MW) dan berpotensi ditingkatkan hingga 2–5 MW.

Kepastian harga dan pasokan

Direktur PT Karimun Power Plant, Arthur Palupessy, mengatakan pihaknya telah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam pengelolaan pembangkit berbasis diesel. Namun, tantangan utama dalam transisi ke biomassa terletak pada kepastian harga dan pasokan bahan baku.

“Kami sudah terbiasa dengan sistem diesel yang memiliki standar biaya jelas. Tantangannya di biomassa adalah memastikan harga dan pasokan tetap stabil agar operasional tetap _feasible_,” ujar Arthur.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan biomassa untuk pembangkit 1 MW dapat mencapai sekitar 35 ton per hari, sehingga diperlukan skema rantai pasok jangka panjang yang terintegrasi.

“Kalau pasokan dan harga bisa dijaga stabil, maka gasifikasi biomassa akan menjadi solusi yang sangat kompetitif dibandingkan diesel,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Produksi ikan kering di Maumere turun

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ikan kering di Mau...

Pameran benda seni jaranan di Trenggalek

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pameran benda seni jaranan ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.