Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Masih Harapkan Deeskalasi Dalam Perang Ukraina

📅 Selasa, 19 Nov 2024, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Masih Harapkan Deeskalasi Dalam Perang Ukraina Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (18/11).

Beijing - Tiongkok masih mengharapkan pihak-pihak yang terlibat dalam perang Ukraina dan Rusia dapat mewujudkan gencatan senjata dan deeskalasi.

"Posisi Tiongkok terkait masalah Ukraina konsisten dan jelas yaitu mewujudkan gencatan senjata secepat mungkin dan mengupayakan penyelesaian lewat jalur politik sehingga memenuhi kepentingan semua pihak, dalam hal ini keharusan terbesar adalah mendorong deeskalasi sesegera mungkin," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Senin.

Hal tersebut menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (17/11) yang menyebut memberikan izin kepada Ukraina menggunakan sistem rudal taktis jarak jauh (army tactical missile system atau ATACMS) buatan AS untuk "serangan terbatas" ke dalam wilayah Rusia.

Rudal ATACMs yang diproduksi Lockheed Martin itu merupakan rudal balistik yang dirancang untuk diluncurkan dari sistem roket peluncur multilaras (MLRS) untuk menghantam target-target yang berada jauh di belakang garis depan seperti gudang amunisi, markas besar dan titik kumpul pasukan.

Prancis sebelumnya juga secara terbuka memberikan izin Ukraina menggunakan rudal jarak jauh Prancis untuk menyerang target militer di dalam wilayah Rusia. Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Noel Barrot mengatakan, Presiden Perancis Emmanuel Macron terbuka untuk mempertimbangkan "lampu hijau" penggunaan rudal Prancis untuk menyerang Rusia.

Perancis dan Inggris telah menyediakan rudal jarak jauh Storm Shadow dan SCALP untuk Ukraina tapi kedua negara tersebut menahan diri untuk tidak mengizinkan penggunaannya di wilayah Rusia tanpa persetujuan AS.

"Tiongkok selalu mendorong dan mendukung semua upaya yang mendukung penyelesaian krisis secara damai, dan siap untuk terus memainkan peran konstruktif dengan caranya sendiri untuk penyelesaian politik krisis Ukraina," tambah Lin Jian.

MLRS biasanya digunakan angkatan darat untuk melancarkan serangan artileri.

ATACMs dapat melaju dengan kecepatan sangat cepat sehingga sulit dicegat dan mencapai lokasi berjarak 300 kilometer dengan dipandu sistem GPS serta membawa hulu ledak peledak seberat 227 kilogram. Rudal tersebut juga bisa membawa amunisi yang terbuka di atas target untuk menyebarkan ratusan bom kecil.

Seorang pejabat senior AS mengatakan, strategi tersebut bertujuan untuk membatasi keterlibatan lebih dalam pasukan Korea Utara dalam serangan Rusia ke Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022.

Intelijen Korea Selatan mengatakan 3.000 orang Korea Utara telah dikirim ke Rusia dan sekitar 10.000 orang diperkirakan dikerahkan pada bulan Desember 2024 sedangkan AS mengonfirmasi bahwa setidaknya 3.000 orang Korea Utara telah dikirim ke Rusia timur pada Oktober 2024.

Sebelumnya, Washington menolak sistem rudal ATACMS digunakan Ukraina ke teritori Rusia karena khawatir atas kemungkinan balasan dari Kremlin.

Keputusan Biden tersebut menandai pergeseran penting dalam kebijakan AS di tengah meningkatnya kompleksitas di konflik Ukraina, serta terjadi dua bulan menjelang berakhirnya masa jabatnya.

Sedangkan presiden AS terpilih Donald Trump, mengisyaratkan akan memangkas bantuan militer untuk Ukraina yang berpotensi melemahkan saat menghadapi Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Barantin: Tanaman Hias Indonesia Kian Diminati

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Barantin: Tanaman Hias Indo...

Kudus Sukses Selenggarakan Pameran Produk UMKM

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kudus Sukses Selenggarakan ...
Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Ra...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.