Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Kritik Filipina Terkait Penempatan Misil AS

📅 Sabtu, 16 Nov 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Kritik Filipina Terkait Penempatan Misil AS Doc: AFP/JAM STA ROSA

BEIJING - Pemerintah Tiongkok mengkritik keinginan Filipina untuk menempatkan misil berkemampuan jarak menengah (mid-range capability/MRC) Thyphon secara permanen di negara tersebut.

“Mengenai penempatan sistem misil mid-range capability dari Amerika Serikat (AS) di Filipina, Tiongkok telah menyatakan penolakan kami lebih dari sekali,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (14/11).

“Izinkan saya tegaskan sekali lagi bahwa saat Filipina membawa senjata strategis menyerang ini, memungkinkan negara di luar kawasan memicu ketegangan dan permusuhan, serta mencetuskan konfrontasi geopolitik dan perlombaan senjata,” imbuh Lin Jian.

AS mengirimkan misil berkemampuan jarak menengah Thyphon ke Filipina utara pada April 2024 sebagai bagian dari latihan militer gabungan, meski akhirnya tidak ada misil yang diluncurkan selama latihan tersebut.

Menteri Pertahanan Filipina, Gilbert Teodoro Jr, dalam sesi wawancara terbaru mengatakan Manila sedang mempertimbangkan untuk mendapatkan peluncur berkemampuan jarak menengah, yang dibawa AS ke Filipina dan hak negara untuk memperoleh sistem tersebut secara langsung dalam waktu dekat.

Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Eduardo Ano, juga mengatakan tidak ada jadwal untuk penarikan sistem misil Typhon dari negara tersebut.

Lin Jian menyebut langkah Manila tersebut provokatif dan berbahaya, dan merupakan pilihan yang sangat tidak bertanggung jawab terhadap rakyat Filipina sendiri dan semua rakyat di negara Asia tenggara, termasuk terhadap sejarah, dan keamanan regional.

1731678364_3ca3cdd5905c8b5b32a3.jpg

Kapal pengirim pasokan yang disewa oleh militer Filipina (kiri) dibayangi oleh kapal penjaga pantai dan kapal milisi Tiongkok saat hendak menuju Second Thomas Shoal di LTS pada Maret 2024 lalu. Pada Kamis (14/11), kapal Filipina dilaporkan telah melaksanakan misi pengiriman pasokan ke kapal perang yang sengaja dikandaskan di Second Thomas Shoal, LTS.

“Yang dibutuhkan kawasan adalah perdamaian dan kemakmuran, bukan sistem misil atau konfrontasi. Kami sekali lagi mendesak Filipina untuk mendengarkan seruan dari negara-negara kawasan dan rakyatnya, memperbaiki kekeliruan ini sesegera mungkin, segera menarik keluar sistem misil Typhon seperti yang dijanjikan ke publik dan berhenti melangkah lebih jauh ke jalan yang salah,” tegas Lin Jian.

Penempatan Typhon di Filipina, menjadi yang pertama di kawasan Indo-Pasifik, terjadi saat meningkatnya ketegangan Beijing dan Manila terkait Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Typhon adalah platform misil canggih yang diluncurkan dari darat dan berbasis darat yang mampu mengerahkan pencegat Misil Standar-6 (SM-6) dan Tomahawk, dengan jangkauan masing-masing melebihi 240 kilometer dan 2.500 kilometer. Dengan kemampuan tersebut, misil ini dapat mencegat pesawat, misil balistik, dan ancaman angkatan laut termasuk menjangkau misil balistik antijelajah (ACBMS), di Provinsi Hainan, Tiongkok maupun LTS, bila terjadi keadaan darurat.

Sistem misil Typhon yang dikembangkan oleh Lockheed Martin, saat ini ditempatkan di sekitar Bandara Internasional Laoag di Provinsi Ilocos Norte yang menghadap ke LTS dan berada di dekat Selat Taiwan.

Pengiriman Pasokan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.