Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Harus Jadi Ibu Kota Kebudayaan Dunia

📅 Sabtu, 16 Nov 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kemudian, kita akan ada tiga Direktorat Jenderal (Ditjen), yaitu Ditjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Ditjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, lalu Ditjen Pengembangan Pemanfaatan Pembinaan Kebudayaan. Di bawah tiga Ditjen ini, nanti akan ada kurang lebih empat masing-masing direktorat.

Untuk program prioritas dan keberlanjutan program dari kementerian sebelumnya seperti apa?

Program yang sudah ada dikembangkan. Kita butuh SDM lebih besar. Kita akan segera konsolidasi, tapi tetap program yg sudah dicanangkan, dilanjutkan yang jalan dilanjutkan. Jadi, kita akan melakukan juga checking, melihat segala sesuatunya.

Salah satunya soal diplomasi kebudayaan. Tetap repatriasi harus kita jalankan, terlebih yang sudah ada payungnya yaitu MoU. Repatriasi dari benda-benda budaya kita yang penting, ini akan tetap berjalan, kalau perlu makin kita gencarkan.

Kami juga ada empat program prioritas dalam lima tahun ke depan. Program tak ditargetkan selesai dalam 100 hari, namun berjalan baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Pertama, Warisan Budaya Dunia. Program ini berfokus pada konservasi situs warisan budaya, pengakuan UNESCO, dan advokasi internasional. Kami ingin meningkatkan pengakuan atau registrasi di UNESCO lebih banyak lagi. Tahun ini, bulan Desember, rencananya ada tiga yang diajukan, Reog Ponorogo, Kebaya, dan Kolintang dari Sulawesi Utara.

Kami akan mencoba melobi UNESCO untuk memperbanyak pengakuan atas warisan budaya. Sebab, warisan budaya takbenda milik Indonesia yang mendapat pengakuan UNESCO baru 13.

Kami mendorong usaha-usaha yang sudah dilakukan dari bawah, mulai kabupaten/kota, provinsi dan nasional bisa segera diakui UNESCO. Warisan budaya takbenda Indonesia ada sekitar 2.000, namun baru diakui sangat sedikit.

Saya kira ingin kita tingkatkan kehadiran warisan budaya kita yang begitu kaya dan memang kekayaan budaya kita saya kira tidak ada bandingnya di dunia lain di negara lain ini yang ingin kita optimalkan.

Kedua, program Revitalisasi Tradisi Lokal. Kami bakal melestarikan seni bahasa dan kearifan lokal yang mulai memudar dengan melibatkan komunitas lokal dalam kegiatan pelestarian.

Ketiga, Budaya Digital dan Ekonomi Budaya. Kami akan mengembangkan platform digital dalam karya budaya, seperti film, animasi, dan video game. Hal ini untuk mendukung promosi budaya dan mempercepat pertumbuhan industri berbasis budaya. Saya kira di sini ada irisan dengan kementerian lembaga lain, tapi dalam persoalan konten budaya di hulu, saya kira berkepentingan mempromosikan budaya Indonesia.

Keempat, Diplomasi dan Promosi Kebudayaan. Kami bakal menjalin kerja sama internasional melalui festival budaya, pameran, pertukaran budaya, rumah budaya Indonesia, dan media sosial untuk memperkenalkan budaya Indonesia, baik di dalam negeri maupun dunia internasional.

Meski terpisah, tapi kebudayaan masih menjadi urusan di kementerian lainnya. Untuk pengelolaannya seperti apa?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.